Sumpah Bering Kecik, Warga Desa Tanah Periuk Musi Rawas dengan Lubuk Kupang Tak Bisa Menyatu, Benarkah?

Sumpah Bering Kecik, Warga Desa Tanah Periuk Musi Rawas dengan Lubuk Kupang Tak Bisa Menyatu, Benarkah?

Mitos dari cerita rakyat, warga Desa Tanah Periuk dan Lubuk Kupang tidak bisa menyatu akibat sumpah Bering Kecik.-Dokumen-LINGGAUPOS.CO.ID

BACA JUGA:Satu dari Tiga Jemaah Haji yang Hilang Ditemukan, Kondisinya Meninggal Dunia, ini Identitasnya

Karena Bering Kecik sangat mencintai istrinya maka dia menceritakan kelemahan dari kesaktian yang dia miliki.

Apabila ada pekik di hulu berarti jasadnya berada di hilir. Demikian pula sebaliknya, apabila ada pekik dihilir maka jasadnya berada di hulu. 

Bering Kecik juga menyebut nyawanya dititipkan di padang rumput antara Ulak Kebur Tanjung Kemoneng dengan Lubuk Kupang. 

Tepatnya pada sebatang alang-alang merah yang tumbuh di batu.

BACA JUGA:Demi Sinyal Internet 4G, di Ulu Rawas Muratara Ada Warga yang Syukuran, Ada yang ke Desa Sebelah

Untuk membunuh Bering Becik, musuhnya harus mengambil Bemban Burung Pancung Sekah lalu dicolek ke kotoran ayam. 

Setelah itu baru ditikamkan pada alang-alang merah tumbuh di batu yang bergoyang walaupun tidak ada angin.

Setelah mendapat cerita dari suaminya itu, Kademong mengambil keputusan tetap sayang kepada kakak kandungnya.

Ia lantas menulis surat kepada kakaknya berisi tentang kelemahan dari suaminya Bering Kecik.

BACA JUGA:Reses, Anggota DPRD Kota Lubuklinggau HM Amin Serap Aspirasi Masyarakat

Suratnya dimasukkan dalam buluh dari kakaknya dahulu, lalu dihanyutkan ke Sungai Kelingi.

Lantas buluh itu sampai di hulu Sungai Kelingi tempat mandi kakaknya Jalak Rogong. 

Setelah surat tersebut diambil dan dibaca, Jalak Rogong mengetahui kesaktian dan kelemahan adik iparnua Bering Kecik.

Keesokan harinya perang berlanjut, Depati Jalak Rogong menjalankan pesan yang telah disampaikan adiknya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: