Temu Lapak Cabe, ini Pesan CMK Tavi

Temu Lapak Cabe, ini Pesan CMK Tavi

Foto bersama usai Temu Lapak Cabe Keriting dengan menggunakan benih unggul dari produk Bintang Asia yang bertempat di Jalan Kerto Mas Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau, Rabu 23 November 2022--

LUBUKLINGGAU, LINGGAUPOS.CO.ID - CMK Tavi mengadakan Temu Lapak Cabe Keriting dengan menggunakan benih unggul dari produk Bintang Asia yang bertempat di Jalan Kerto Mas Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau, Rabu 23 November 2022 pukul 10.00 Wib.

Temu Lapak Cabe Keriting dihadiri Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lubuklinggau Selatan II, Babinsa Kodim 0406 Lubuklinggau Wilayah Lubuklinggau Selatan II, A Tahir, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Lubuklinggau Selatan II, Yusriadi, SP dan para petani.

Swot Walker CMK Tavi, Ribut Andi Mariyanto, SP menjelaskan CMK Tavi ini merupakan produk benih cmk terbaik dengan berbagai keunggulan sehingga dengan adanya keunggulan – keunggulan tersebut, maka semakin menjadikan CMK Tavi sebagai idaman petani.

"Ini merupakan bibit dari Bintang Asia terutama cabe CMK Tavi, lahan ini bekas kolam jadi petani pemula menanam cabe ini dan Alhamdulillah hasilnya bagus,"katanya.

BACA JUGA:Cocok Buat yang Mau Diet, Ini 6 Manfaat Minum Air Putih yang Jarang Diketahui

"Jadi benih ini benih lokal tapi dari perusahaan Bintang Asia sedangkan untuk jumlah petani berjumlah 20 orang petani cabe,"ungkapnya.

Ribut Andi Mariyanto menambahkan proses penanaman cabe panen ini untuk petikan pertama diumur 74 hari seharusnya cabe itukan rata-rata diumur 85 hingga 90 hari panen jadi kita lebih cepat panen.

"Untuk tonase panen cabe hari ini mencapai 500 Kg atau 0,5 ton dengan luas lahan 0,5 hektar dan harapannya dengan adanya benih lokal dari Bintang Asia ini dengan harga terjangkau kemudian perawatannya mudah, umur petiknya juga cepat dan bagi yang berminat menanam cabe bisa mencoba bibit dari CMK Tavi ini,"jelasnya.

Dikatakannya, perusahaan benih Citra Asia ini berkembanganya di Indonesia maka harganya dijual Rp70 ribu per 1 pax karena tipe CMK Tavi ini kategori lokal tapi punya perusahaan.

BACA JUGA:Heboh, Informasi Penangkapan Tersangka Narkoba di Tanah Periuk Musi Rawas

"Insya Allah Lauching Hibrida dari CMK Tavi  di bulan April 2024, kemungkinan untuk hasil produksinya lebih bagus lagi,"Ia menambahkan.

Menurutnya, benih ini dibuat dari Dalam Negeri maka ini merupakan karya anak negeri sedangkan untuk kantor pusatnya di Jember Provinsi Jawa Timur dan kantor induknya di Jakarta.

Ribut Andi Mariyanto menambahkan benih CMK Tavi ini yakni cabai keriting, buah hijau, buah masak merah, ukuran 0,8 x 16cm kemudian tipe tumbuh determinate, kompak, tanaman pendek, node pendek, tahan virus Gemini, panen umur 75 hingga 85 hari, potensi hasil 0,7 hingga 1 Kg dan cocok di dataran rendah hingga menengah.

"Jadi kami berharap petani ini dengan biaya yang mahal saat ini bisa mengajukan bantuan dari Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau untuk tanaman Holtikultura seperti cabe ini dan dari pihak perusahaan akan mengawal supaya berhasil,"katanya.

BACA JUGA:Mudik Natal dan Tahun Baru 2023 Tidak Dilarang, Berikut Ketentuannya

Sementara itu, Petugas POPT Lubuklinggau Selatan II, Yusriadi, SP menjelaskan kegiatan ini  yang berhubungan dengan bidang kami hama penyakit jadi kami akan menyampaikan dengan hama penyakit tanaman cabe.

"Untuk hama penyakit tanaman cabe yang paling sangat ditakuti petani yakni penyakit kriting yang disebabkan oleh virus dan kebetulan pada hari ini kualitasnya tahan virus makanya virusnya sedikit kurang muncul,"katanya.

"Kami mengharapkan untuk pencegahan layu fusarium itu dari awal kita lakukan pencabutan tanaman, terutama waktu kita memberikan pupuk kandang karena aplikasi dari Trichoderma kita lakukan pada saat media aplikasinya pupuk kandang,"tutupnya.(*)

 

 

Sumber: