Mahasiswi UNPARI Lolos Seleksi Program Kemendikbudristek

Mahasiswi UNPARI Lolos Seleksi Program Kemendikbudristek

BERHASIL : Anggi Selviyani, mahasiswi Prodi Pendidikan Matematika Unpari yang lolos seleksi mengikuti Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka berupa Studi Independen selama satu semester. Foto : Dokumen Universitas PGRI Silampari -Foto: Istimewa-

LINGGAUPOS.CO.ID - Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makariem. Salah satu kebijakan dari program ini,  mahasiswa dapat kuliah di luar program studi.

“Jadi, kegiatan Kampus Merdeka ada sembilan item. Kampus Mengajar dan Studi Independen merupakan salah satunya yang diselenggarakan Kemendikbudristek,” jelas Rektor Universitas PGRI Silampari (Unpari) Dr H Rudi Erwandi melalui Kepala BAAK Dian Samitra, Rabu (3/8/2022).

Untuk Studi Independen sama dengan Kampus Mengajar, jadi mahasiswa mendaftarkan diri di https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/studi-independen.

“Semua mahasiswa dapat mengikuti namun untuk syarat khusus tergantung dengan jenis studi independen yang akan diikuti mahasiswa. Untuk tahun ini 2022 atau studi independen batch 3 hanya satu mahasiswi Unpari yang lolos atas nama Anggi Selviyani dari Prodi Pendidikan Matematika. Sebenarnya jika dikalkulasi,  dari batch 1-3 mahasiswa Unpari yang lolos program studi independen ada empat orang,” jelasnya.

BACA JUGA:Inilah Jadinya Kalau Berpacaran dengan Duda

Dengan lolos seleksi mengikuti program Studi Independen, Anggi Selviyani akan mendapatkan kompetensi spesifik dan praktis yang diperlukan dunia usaha selama 6 bulan.

“Jadi mahasiswa yang lolos studi independen akan diberikan ilmu pengetahuan dan kompetensi seusai dengan program yang diterimanya. Seperti Anggi Selviyani akan mendapatkan pengetahuan terkait   memahami ekspor, menyusun rencana ekspor, mengembangkan produk ekspor, mengembangkan branding dan promosi ekspor, memulai ekspor, dan mengembangkan bisnis ekspor. 

Pematerinyapun eksportir sukses, pimpinan perusahaan eksportir, Duta Besar, Konjen, Atase Perdagangan, Kepala ITPC di luar negeri dan lain-lain,” jelas Dian.

Dengan harapan setelah mengikuti kegiatan sekolah ekspor mahasiswa akan menjadi eksportir atau fasilitator ekspor UKM. Selama mengikuti program ini, Anggi Selviyani tetap kuliah di Unpari, karena kegiatan Studi Independen secara daring.

BACA JUGA:12 Agustus Mulai Lomba Gerak Jalan

“Mahasiswa yang telah menyelesaikan Program Studi Independen akan mendapatkan sertifikat dan dapat dimasukkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Kalau sudah pernah sekali lolos seleksi program ini, tidak bisa lagi daftar program yang sama untuk dapat keahlian lain. Tapi dapat mendaftar untuk Program Kampus Merdeka yang lain seperti kampus mengajar, bina desa dan sebagainya,” jelas Dian.(linggaupos) 

Sumber: