Momentum Cuan (3)

Momentum Cuan (3)

Oleh Purwadi SP M Si Review Buku Konflik Jawa Pos Pasca Pecah Kongsi Dahlan Iskan vs Goenawan Mohamad Buku 1 MOMENTUM Itu inti dari jawaban Mas Bahari Soal pembuatan buku Konflik Jawa Pos Pasca Pecah Kongsi Dahlan Iskan vs Goenawan Mohamad Pun dengan penggarapan buku sebelumnya Azrul Ananda Dipuja dan Dicibir Saya berhasil ngobrol dengan Mas Bahari lewat telpon WA Sebelumnya saya lebih dulu chating dan telpon namun belum ada respon BACA JUGA Kalimat Pembuka yang Provokatif 1 Sabtu 12 2 2022 pukul 10 05 WIB saya chat Mas Bahari Dibuka dengan salam saya perkenalkan diri bla bla bla saya pengagum Mas dan tulisan Mas Bahari Sekarang sedang baca buku Mas Konflik Jawa Pos Beberapa menit kemudian WA saya dijawab Waalaikum salam wr wb Iya Ada apa mas Purwadi jawab Mas Bahari Boleh nelpon Mas kata Saya Boleh jawabnya lagi BACA JUGA Mental Wartawan Sejati 2 Belum sempat menelpon karena saya ke belakang sebentar eh HP saya berdering Ternyata Mas Bahari yang menelpon Cepat juga responnnya batin saya Kami pun terlibat obrolan cukup panjang Saling ucap dan balas salam Suara Mas Bahari khas Besar dan kental dialeg logat Jawa Timuran Surabaya arek Suroboyo Kok namanya Purwadi Apa sampean Jawa Saya jawab memang ada darah keturunan Jawa Bapak saya orang Brebes Oh katanya Setelah obrolan perkenalan saya mulai masuk ke inti Soal penerbitan buku Konflik Jawa Pos Berikut petikan tanya jawab saya dengan Mas Bahari Apa motif Mas Bahari menulis buku ini Termasuk buku pertama Azrul Ananda Dipuja dan Dicibir Saya menulis itu Hanya memanfaatkan momentum saja Mas Ya menurut saya Mas Azrul seorang sosok anak muda yang menarik Fenomenal Bisa dikatakan Rising Star Bintang Bersinar Kalau tentang Pak Dahlan kan sudah banyak yang menulisnya Kalau Mas Azrul kan belum ada yang menulis Kemudian kita sebagai wartawan ya pekerjaan kita harus menulis Jadi sekarang saya menulis Saya pikir orang juga perlu tahu apa yang terjadi di Jawa Pos Kenapa Mas Tertarik menulis tentang Mas Azrul Saya tertarik karena anak ini Azrul masih muda tapi sudah menguasai Jawa Pos JP Koran Gebrakannya juga banyak Yang fenomenal adalah DeTEksi yang isinya anak muda semua Semua orang tahu itu Yang kemudian melahirkan DBL Lalu pengambil alihan Pembelian Persebaya Dan ada banyak lagi gebrakannya Menariknya banyak yang suka memuja Mas Azrul dan tidak sedikit yang tidak suka Sehingga menarik mas untuk ditulis Laku di pasaran Booming gak Ya tidak begitu Booming Harapan saya banyak karyawan JP yang beli Tetapi ternyata tidak Dugaan saya karyawan JP waktu itu takut karena buku itu membahas soal bos nya Mas Azrul Kalau saja 10 dari karyawan JP beli lumayan mas Waktu itu saya cetak 1000 buku Tapi tidak habis mas Saya mendapatkan informasi data karyawan JP Group itu 14 ribuan lebih Saya dapat data itu dari Pak Zainal Mutaqqin Zam Kalau saja 10 nya saja yang beli Lumayan Masih bisa untung mas Tapi ini tidak Masih banyak sisa bukunya mas Yang belinya banyak orang luar Jawa Pos Kalau buku Konflik Jawa Pos ini Sama mas Memanfaatkan momentum saja Dan sebenarnya ini lanjutan dari bukunya Mas Azrul itu Buku pertama selesai dan terbit di pertengahan Agustus September 2017 Kemudian akhir 2017 24 Nopember mas Azrul mundur Dicopot Apalagi Mas Azrul tidak mau lagi di Jawa Pos alias mundur Sehingga menurut saya menarik kelanjutannya untuk ditulis Perkembangan perubahan kepemimpinan di Jawa Pos begitu cepat Tujuh bulan kemudian Pak Dahlan juga diberhentikan dari Chairman Jawa Pos Setelah Pak Dahlan dan Mas Azrul tidak lagi di JP banyak konflik Diantaranya Pensiun Dini Karyawan banyak dipaksa pensiun Sehingga menyebabkan perlawanan karyawan dengan membentuk Serikat Pekerja SP Jawa Pos Ada juga gugatan soal saham karyawan 20 dan banyak lagi konflik lainnya Kok Mas berani menulis buku buku itu Apa karena sampean sudah tidak lagi di JP Gak Mas Mas boleh tanyakan ke orang orang yang Mas Kenal di JP dan di Sumeks Yang saya kenal di Cak Mahmud Saya ketika jadi wartawan dan karyawan JP memang kritis Saya juga ikut perjuangkan nasib teman teman di JP yang mendapatkan perlakuan kurang baik Dan menurut saya orang orang di Jakarta tidak banyak mengetahui informasi seputar Jawa Pos Sehingga saya putuskan menulis buku ini Khususnya buku pertama Azrul Ananda Dipuja dan Dicibir saya rasa orang Jakarta pemegang saham banyak mengetahui perkembangan Jawa Pos dari buku ini Berapa eksemplar cetaknya apa laris Sedikit Mas cetaknya Soale uang untuk cetak tidak ada Itu saya ada teman yang baik hati meminjamkan uang untuk cetak Lumayan walau tidak banyak tapi cukup untuk cetak buku ini Jadi uangnya berputar jika buku yang dicetak habis Uangnya untuk cetak lagi Apa sampean selama di JP pernah ada jabatan Saya masuk ke Jawa Pos mulai bekerja di Cendrawasi Pos Cepos 1993 Kemudian 1996 pindah ke Jawa Pos di Surabaya Sebentar ngepos di Surabaya dan Semarang Tiga tahun kemudian saya ditugaskan di Jakarta Selama di Jakarta saya banyak liputan investigasi dan meliput konflik seperti di Aceh DOM kerusuhan Sampit dan lain lain Lalu 2006 saya ditarik lagi ke Surabaya menjadi Redaktur Jawa Timur Sesekali saya ditugaskan liputan ke daerah untuk investigasi Kapan Mas Pensiun dari JP apa yang dilakukan setelah pensiun Saya pensiun tahun 2015 waktu itu berusia 50 Tahun Setelah pensiun saya memilih tetap menjadi penulis Yaitu penulis buku Saya memilih penulis buku yang independen bebas Tidak terikat dengan orang lain Menurut saya puncaknya dari seorang wartawan itu adalah menulis buku Jadi saran saya kepada sampean Mas Pur mulai lah menulis buku Sepanjang itu tidak dilarang di peruhaan Mas Pur menurut saya mulai lah menulis buku Obrolan inti kami sampai di sini Sebenarnya masih banyak lagi obrolan ngalor ngidul Tetapi saya rasa cukup mengetahui latar belakang Mas Bahari dalam menulis buku Terkhusus Buku Konflik Jawa Pos dan buku Azrul Ananda tadi Ujungnya adalah Usai telponan Mas Bahari juga sempat kirim link youtube Podcast jatimnews id lewat WA Podcast itu diberi nama Cakrik Cak Amu Cangkruk Karo Mikir Duduk Sambil Mikir bersama Cak Abdul Muis Amu Cak Amu sahabat Mas Bahari juga Sama sama alumni Jawa Pos Isinya Sama seputar obrolan penerbitan buku buku Mas Bahari Meski alasannya nulis buku Konflik Jawa Pos untuk kebaikan Jawa Pos Dan harapan Mas Bahari Bos DIS dan Goenawan Mohamad bisa rekonsiliasi Tetapi tetap kesimpulan saya Mas Bahari memanfaatkan momentum ini untuk tulis buku dan dijual Mas Bahari menyebar sinopsis buku lewat teman teman medsos bersambung Penulis adalah wartawan yang kini menjabat General Manager Surat Kabar Harian SKH OKU Timur Pos

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: