Mau Jadi Dokter, Tapi UTBK Pake Joki, Sanksinya Berat
Mau Jadi Dokter, Tapi UTBK Pake Joki--www.magnific.com
BACA JUGA:Edukasi Bahaya Narkoba untuk Pelajar: SMKN 2 Lubuk Linggau Gandeng GANN
Karena itu, kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun bentuk pelanggaran integritas dalam proses seleksi nasional ini,” tegasnya.
Brian juga mengungkapkan, pada UTBK tahun ini terungkap jaringan yang menawarkan cara masuk ilegal kepada orang tua camaba.
Terkait praktik tersebut, dia mengingatkan orang tua untuk tetap mengedepankan integritas dalam mendukung pendidikan anak.
“Ada satu jaringan yang berhasil dibongkar, bahwa mereka memang by intention melakukan penawaran pada orang tua-orang tua, dan lain sebagainya. Pendidikan itu membangun masa depan, tentu tidak mungkin dibarengi dengan proses-proses yang melanggar integritas,” ucap Brian.
BACA JUGA:Hebat, Tim Tari SMA Negeri 3 Lubuk Linggau Juara FLS3N 2026: Mewakili Daerah ke Tingkat Provinsi
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok ST MT, membenarkan indikasi kecurangan UTBK-SNBT di program studi Fakultas Kedokteran.
Pola serupa juga terjadi pada SNBT tahun lalu. Atas dasar itu, panitia mengambil langkah antisipatif.
Caranya dengan menempatkan peserta peminatan kedokteran dan kedokteran gigi di hari ujian pertama dan kedua.
“Itulah mengapa di tahun ini khusus untuk peserta dengan peminatan prodi kedokteran dan kedokteran gigi kita tempatkan di hari pertama dan hari kedua,” ujar Eduart.
BACA JUGA:Prestasi Gemilang SMAN Semangus di Lomba Cerdas Cermat Super 100, Guru Bahasa Indonesia Raih Juara 1
Eduart Wolok menjelaskan, dari 27 kasus penggunaan joki sebagai peserta pengganti pada UTBK-SNBT 2026 yang teridentifikasi, 7 di antaranya benar-benar hadir di lokasi ujian. Selain itu ada 11 peserta yang melakukan kecurangan menggunakan alat.
Baik terhadap peserta yang menggunakan joki maupun alat, panitia menjatuhkan sanksi blacklist pada jalur penerimaan selanjutnya di perguruan tinggi negeri (PTN) mana pun.
“Jadi yang daftar nama 38 ini pasti diserahkan ke seluruh perguruan tinggi negeri dan apabila mendaftar mandiri dan semuanya, akan di-blacklist,” ungkap Eduart dalam konferensi pers di Graha Kemdiktisaintek secara hybrid.
Terhadap peserta yang menggunakan joki, panitia SNPMB melakukan cek similaritas foto dengan mesin AI sekaligus cek foto ke sekolah dan tim Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kemudian panitia melakukan investigasi internal di pusat UTBK setempat dan melapor ke polisi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: