Selain Judol, Ini 5 Penyebab Dana Bansos Dicabut Pemerintah

Selain Judol, Ini 5 Penyebab Dana Bansos Dicabut Pemerintah

Ada berbagai penyebab pemerintah menghentikan penyaluran dana Bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), salah satunya dikarenakan karena Pinjol.--

LINGGAUPOS.CO.ID- Pemerintah Indonesia terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi keluarga penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Meski begitu, Bansos yang disalurkan pemerintah seringkali terputus di tengah jalan, sehingga membuat penerimanya bertanya-tanya.

Ada berbagai penyebab pemerintah menghentikan penyaluran dana Bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Salah satunya adalah dikarenakan penerima bansos terlibat dalam Pinjaman Online (Pinjol) yang saat ini kasusnya marak terjadi di masyarakat.

BACA JUGA:3 Penyebab Kemensos Hentikan Dana Bansos Penerima, Bagaimana Cara Mengatasinya

Seperti diketahui, apabila penerima Bansos terlibat dalam aktivitas Judol, maka Ia akan dicabut dari kepesertaan penerima bantuan sosial.

Kementerian Sosial (Kemensos) menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab sosial dan dianggap menyalahgunakan bantuan dari negara.

Kebijakan pencabutan tersebut juga dimaksudkan sebagai langkah tegas pemerintah untuk memastikan bansos digunakan secara tepat sasaran.

Dengan demikian, Bansos pun dapat diberikan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan dan tidak menyalahgunakan untuk kegiatan ilegal.

BACA JUGA:Kalapas Narkotika Muara Beliti dan Ketua Pokja Ditjenpas Salurkan Bansos untuk Keluarga Warga Binaan

Namun, perlu diketahui selain Judol ada berbagai alasan lainnya yang menyebabkan Bansos dicabut oleh Pemerintah.

Melansir dari berbagai sumber, berikut LINGGAUPOS.CO.ID telah merangkum ulasannya untuk Anda, 6 Penyebab Bansos terputus yang penting untuk diketahui.

6 Penyebab Dana Bansos Dicabut Pemerintah

1.  Keterlibatan dengan Pinjol

BACA JUGA:Cara Atasi Bansos PKH dan BPNT Belum Cair

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: