Dari Limbah Jadi Penyelamat, Kulit Singkong Jadi Bahan Pemadam Kebakaran

Kamis 04-09-2025,10:55 WIB
Reporter : Endang Kusmadi
Editor : Endang Kusmadi

Pada pelatihan, masyarakat dijelaskan cara kerja kulit singkong yang diinovasikan menjadi bola-bola APAR. Mulanya, kulit singkong diolah menjadi tepung kemudian dipadatkan dengan bentuk bulat. 

Untuk menjaga daya simpan dan efektivitasnya, bola ini dilapisi styrofoam sebelum siap digunakan.

Bola APAR tersebut diberi sumbu dan bubuk mesiu agar bisa meledak saat terkena api. 

Ledakan inilah yang kemudian melepaskan potasium sitrat dari kulit singkong sehingga mampu memadamkan api hingga radius 60cm dari pusat ledakan, tergantung ukuran bola yang digunakan.

BACA JUGA:Demi Wujudkan Hak Asasi Warga Binaan, Lapas Narkotika Muara Beliti Bagikan Peralatan Makan dan Minum

Inovasi ini membuktikan, limbah singkong pun bisa jadi senjata ampuh melawan kebakaran bagi warga Dusun Selaro. 

“Pelatihan ini sangat membantu kami, karena Dusun Selaro memang rawan kebakaran hutan dan lahan. Kini kami tahu cara memanfaatkan kulit singkong menjadi sesuatu yang berguna sekaligus melindungi lingkungan,” ungkap Elisa, salah satu anggota KWT Embun Pagi yang menjadi peserta pelatihan, dengan penuh antusias.

BACA JUGA:Leher Mahasiswi Asal Muratara Dibacok di Lubuk Linggau, Pelaku Pria Tak Dikenal

Pelatihan yang digelar menjadi bukti sinergi PHE Jambi Merang bersama akademisi dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan pemanfaatan limbah. 

Ke depan, program ini akan terus didampingi oleh PHE Jambi Merang dan Fakultas Pertanian Universitas Jambi sebagai komitmen berkelanjutan untuk mendukung masyarakat di daerah rawan kebakaran.

Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial di LINK INI 

Kategori :