Kegiatan menyambut Waisak tidak hanya dilakukan di vihara, tapi juga di lingkungan sosial, seperti membersihkan makam leluhur, melakukan puja bakti, hingga pentas kesenian dan perlombaan.
Namun puncaknya adalah melaksanakan puja pada detik-detik bulan purnama yang menjadi simbol kebangkitan batin.
Menurut Taram Jimo dalam buku Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti (2021), waisak adalah momen jeda, saat umat Buddha diajak untuk kembali merenung: tentang penderitaan, tentang kebahagiaan, dan tentang jalan keluar dari keduanya.
BACA JUGA:SD Negeri 54 Lubuk Linggau Sambut Tahun Ajaran Baru, Hadirkan Program dan Fasilitas Terbaik
Ajaran Buddha pun tetap abadi dan terus menjadi pedoman moral yang membebaskan manusia dari kerterikatan duniawi dan penderitaan batin.
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial, dengan klik LINK INI