14. Masalah pencernaan dan hati
Obesitas meningkatkan kemungkinan mengembangkan sakit perut, penyakit kandung empedu dan masalah hati.
Menurut Yayasan Gastroenterologi Indonesia, obesitas mempengaruhi gerakan lambung yang pada akhirnya akan mengganggu waktu kecepatan pengosongan lambung.
Hal inilah yang menyebabkan terjadinya dispepsia dengan gejala perut terasa penuh dan rasa tidak nyaman.
Selain itu, obesitas juga menyebabkan terjadinya perubahan bakteri usus yang meningkatkan risiko pankreatitis (radang pankreas), iritasi usus, hingga kanker lambung, usus besar, dan pankreas.
Pada organ hati orang yang obesitas, akan terjadi perlemakan hati karena pemecehan lemak yang berlebihan.
Penumpukan lemak tersebut juga memicu gangguan fungsi hati yang jika dibiarkan akan memicu peradangan hati hingga keganasan pada hati.
Obesitas memang menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Namun, kelebihan berat badan dan obesitas dapat dicegah.
BACA JUGA:Prediksi Cadiz vs Real Sociedad, La Liga Spanyol, Jumat 22 Desember 2023, Kick Off 01.00 WIB
Kunci suksesnya adalah dengan mencapai keseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi di satu sisi, dan kalori yang digunakan di sisi lain.
• Untuk mencapai tujuan ini, dapat dilakukan dengan menjalani hidup yang lebih sehat, seperti:
• Membatasi asupan energi dari lemak total dan mengalihkan konsumsi lemak dari lemak jenuh ke lemak tak jenuh
• Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, serta legume, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan