
BACA JUGA:Maulid Nabi Muhammad SAW: 7 Tradisi yang Filosofis dan Unik di Indonesia
Semasa kecilnya, akhirnya dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib.
Pada saat Nabi lahir, seorang ibu bernama Halimah Sa’diyah dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar.
Namun karena keikhlasan Halmah pun diberi balasan oleh Allah swt, setelah itu air ASI-nya keluar dengan deras.
2. Masa kecil Nabi Muhammad
Nabi Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim di rumah Abu Talib.
Semasa kecilnya, Rasulullah tumbuh dan menjalani kehidupannya seperti pada anak pada umumnya.
BACA JUGA:5 Amalan Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Libur Nasional, Adakah Cuti Bersama
Adanya tradisi Quraisy pada zaman dahulu, pada hari kedelapan belas membuat ibunya harus menyembunyikan di pedalaman.
Tradisi Quraisy tersebut membuatnya berada di bawah asuhan Halimah binti Sa’diyah selama tiga tahun.
Rasulullah menjadi anak yang tanggap, bersikap baik dan cerdas pada masanya.
3. Masa Remaja Nabi Muhammad
Pada masa Remasa, Nabi Muhammad terjaga dari perbuatan merugikan kawan sekitarnya.
Sampai suatu ketika, Nabi pun bercerita etika dua kali duduk saat mendengarkan pesta perkawinan di zaman Jahiliyah.
BACA JUGA:Ini Kumpulan Sholawat Pada Peringatan Maulid Nabi 2022, Bukti Cinta Kepada Rasulullah SAW
Allah justru menutup telinganya sampai tertidur dan terbangun esoknya.