Keren, Emak-emak di Lubuklingau Juara Gaple Kapolres Cup

Senin 13-02-2023,14:42 WIB
Reporter : Endang Kusmadi
Editor : Endang Kusmadi

"Kami mengajak masyarakat menjaga harkamtibmas di Kota Lubuklinggau apalagi ini merupakan tahun politik," jelasnya.

Sejarah Gaple/Domino

Domino (kadang disebut gaple atau gapleh) adalah semacam permainan kartu generik. Begitu dikutip dari Wikipedia.org.

Di Indonesia biasanya berbentuk kartu kecil berukuran 3x5 cm, berwarna dasar kuning terdapat endol-endol yang berfungsi sebagai pengganti angka.

BACA JUGA:Dipilih Jadi Sekda Kota Lubuklinggau, Trisko Defriansyah: Ini Amanah

Domino dimainkan menggunakan ubin persegi panjang kecil yang digunakan sebagai kartu domino, yang merupakan titik terbagi menjadi dua bagian atas dan bawah dibatasi oleh garis di tengah kartu.

Poin ini dimaksudkan untuk membedakan nilai dari kartu di satu sisi, sedangkan sisi belakang biasanya dibiarkan kosong. Kata "Domino" berasal dari kata "Dominus" yang berarti penguasa.

Domino terkadang menjadi teman untuk sekadar mengisi waktu luang atau sekadar berkumpul dengan teman.

Dengan memainkannya suasana akan terlihat lebih akrab.

BACA JUGA:Damai, Kasus Wartawan dan Anggota Brimob Diselesaikan Melalui Restorative Justice

Media dalam bermain domino ini biasanya berupa kartu kecil balok dan bergambar bulat-bulat merah dalam berbagai jumlah dari kartu terkecil dengan nilai kosong hingga kartu tertinggi dengan nilai 6/6.

Sejarah domino yang tertulis memunculkan banyak versi yang berbeda. Namun yang jelas dari semua versi itu sepakat bahwa permainan domino pertama kali lahir dan dikenal di Tiongkok.

Domino berasal dari Tiongkok yang dimulai saat festival di Wulin, sebelumnya dikenal sebagai kota Hang Zhou.

Domino yang sering digunakan sebagai media perjudian serta dadu, dijual oleh penjaja keliling barang-barang unik di rezim Raja Xiao Zong dari Dinasti Song (1162-1494).

BACA JUGA:Masak Rendang Lebih Efisien Pakai Kompor Listrik atau Kompor Konvensional

Pada catatan sejarah dikatakan bahwa Yang Chu dikatakan telah memberi potongan kartu tersebut sebagai salah satu persembahan kepada Kaisar Hui Tsung, dan setelah itu permainan ini pun mulai tersebar luas pada saat era pemerintahan putra Hui, Kao-Tsung (1127-1163 M).

Kategori :