Maverick Vinales: Kecil Hati Selama di Yamaha, Masih Lapar Gelar MotoGP di Aprilia

Kamis 15-12-2022,21:26 WIB
Editor : Mustofa Kamal

LINGGAUPOS.CO.ID - Maverick Vinales, mengaku merasa kecil hati selama membela Monster Energy Yamaha. Vinalespun buka-bukaan soal masa-masa kelamnya selama berada di Monster Energy Yamaha. 

Ia mengaku merasa kecil hati, performanya pun jadi inkonsisten.

Pasalnya, meski terbukti mampu memperebutkan hasil-hasil mentereng, Vinales merasa tak mendapatkan bantuan teknis yang baik.

Vinales secara mengejutkan memilih pindah ke Yamaha sebagai pengganti Jorge Lorenzo pada 2017, meski tampil kompetitif bersama Suzuki selama dua musim. 

BACA JUGA:FT: Prancis Vs Maroko: Skor 2-0, Prancis Tantang Argentina di Final Piala Dunia

Selama membela tim pabrikan Yamaha, ia pun sukses mengumpulkan 24 podium, termasuk 8 kemenangan. Namun, hubungan mereka terus memburuk tiap tahun.

Selama di Yamaha, Vinales sempat tiga kali ganti crew chief, yakni dari Ramon Forcada ke Esteban Garcia dan lalu Silvano Galbusera. Namun, kendala inkonsistensi tak kunjung reda.

Ketegangan antara Vinales dan Yamaha makin kental pada pertengahan 2021, usai ia finis terbuncit di Jerman tetapi mampu finis kedua di Belanda.

Merasa Bisa Menang, Tetapi Hanya Bisa Finis di Posisi 10-12

Usai hasil janggal itu, kedua belah pihak memilih berpisah pada 2022 meski kontrak mereka masih menyisakan setahun.

BACA JUGA:Formula 1 2023: 24 Seri, 6 Sprint Race

Namun, usai Vinales merasa frustrasi dan menggeber motornya keras-keras di Seri Styria, ia diskors satu balapan dan perpisahan pun dilakukan usai Seri Austria. Di sana, berakhirlah era Vinales-Yamaha.

"Saya kecil hati dan kecewa. Saya tak merasa seperti balapan. Saat melihat Anda mampu memperebutkan posisi terbaik dan gelar dunia, tetapi hanya bisa finis di posisi 10-12, Anda kehilangan rasa lapar. Setelahnya, ada titik di mana Anda selalu mengajukan pertanyaan yang sama," ujarnya via Motorbike Magazine, Senin 12 Desember 2022.

"Apa hal yang saya suka? Yang saya suka adalah balapan motor. Saya suka MotoGP dan saya suka menang. Lebih dari apa pun, saya paling suka menang. Itulah alasan saya memutuskan melanjutkan karier, lanjut bersama Aprilia, lanjut memperjuangkan mimpi saya, yakni jadi juara dunia," ujar rider yang juga juara dunia Moto3 2013 ini.

Pembalap Pasti Lahir dengan Ambisi Menang

Kategori :