KSAD Maruli Simanjuntak Tak Mempermasalahkan WNI Jadi Tentara Amerika Serikat

KSAD Maruli Simanjuntak Tak Mempermasalahkan WNI Jadi Tentara Amerika Serikat

Kezia Syifa, WNI asal Tangerang, yang bergabung dengan tentara Amerika Serikat--instagram

LINGGAUPOS.CO.ID -  Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengaku tak mempermasalahkan keputusan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan militer Amerika Serikat.

Menurutnya, hal itu merupakan hak pribadi masing-masing individu.

“Kalau WNI mau jadi tentara di sana, itu hak pribadinya. Tidak ada masalah,” ujar Maruli saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senin, 26 Januari 2026.

KSAD menilai fenomena tersebut sebagai hal yang biasa. Menurutnya, minat masyarakat Indonesia untuk menjadi prajurit TNI AD juga masih sangat tinggi.

BACA JUGA:Rejeki Wondr BNI 2026: Kesempatan Terakhir Raih Hadiah Mobil Mewah hingga Gadget

“Anggota prajurit kita yang mau jadi tentara di Indonesia masih banyak,” katanya.

Ia membenarkan jika proses rekrutmen TNI lebih ketat. Namun, hal itu bukan karena bayar.

"Ya kalau memang kita lihat kualitas seleksinya di kita seleksinya lebih ketat. Tapi bukan karena bayar. Kita cek semua kesehatannya, kemampuannya," imbuhnya.

Ia menyayangkan adanya pernyataan yang mengungkapkan bahwa masuk TNI bayar. Padahal, kata dia, proses rekrutmen TNI gratis.

BACA JUGA:Ketahuan Maling Motor di Lubuk Linggau, Warga Bengkulu Ancam Pakai Pisau, Endingnya Dimassa

"Cuma yang jadi masalah ko tega-teganya bilang harus bayar. Gimana bayarnya? Katanya masuk tentara di sini bayar katanya, ga punya uang. Ya karena dia mau bayar kalau kita ga mau bayar mah ya ga bayar," jelas dia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim pemeriksa untuk menelusuri kejadian tersebut.

Ia memastikan jika ada oknum yang melakukan praktik tersebut, maka akan ditindak.

“Kalau ada kejadian-kejadian tertangkap, itu pasti ada di mana-mana. Tapi kita selalu ada tim pemeriksa untuk menelusuri hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: