Isu Pengurangan Kuota Haji Indonesia 50 Persen Pada 2026, ini Penjelasan Menag Nasaruddin
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar --
LINGGAUPOS.CO.ID – Beredar isu ada pengurangan kuota haji Indonesia sebanyak 50 persen dari Pemerintah Arab Saudi. Hal ini menyebabkan keresahan bagi mereka yang hendak menunaikan ibadah haji.
Apalagi diketahui bahwa daftar tunggu haji di Indonesia cukup tinggi, di Provinsi Sumatera Selatan saja, saat ini daftar tunggu haji sudah mencapai 30 tahun.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membantah keras kabar pengurangan kuota haji Indonesia hingga 50 persen yang sempat viral. Ia menyatakan, isu tersebut sama sekali tidak pernah dibahas dalam forum resmi bersama otoritas Arab Saudi.
“Saya tidak pernah mendengarkan isu itu. Beberapa kali kami rapat, tidak pernah ada pembahasan seperti itu,” ujar Nasaruddin dikutip Jumat 13 Juni 2025.
BACA JUGA:Waspada, ini 7 Ciri Travel Umrah Penipu, Jangan Sampai Jadi Korban Berikutnya
Pernyataan itu disampaikan untuk meredam keresahan publik yang berkembang di tengah fase pemulangan jemaah, terutama setelah muncul spekulasi liar terkait rencana pengurangan kuota haji secara drastis pada musim mendatang.
Menag menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi dalam hal penyelenggaraan ibadah haji tetap berlangsung baik dan profesional. Tidak ada indikasi penurunan kuota dari pihak manapun.
“Hubungan kita dengan pemerintah Saudi Arabia sangat baik. Memang ada kekurangan, tapi semua negara juga punya kelemahan. Tidak ada yang sempurna,” tambahnya.
Sebagai informasi, kuota haji Indonesia justru cenderung stabil dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, kuota jemaah Indonesia sebesar 229.000 orang, naik menjadi 241.000 orang pada 2024, dan 2025 ini, kuota mencapai 221.000 orang.
BACA JUGA:Masih Ada Puluhan Jemaah Haji Indonesia Dirawat, Mayoritas Alami Gangguan Jantung dan Paru-paru
Semua Berjalan Normal, Tak Perlu Bikin Resah
Menag meminta publik dan media untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan yang bisa memicu keresahan, terlebih di tengah fase pemulangan yang harusnya menjadi momen tenang dan syahdu bagi para jemaah.
“Mari kita jujur melihat kenyataan. Jangan membuat masyarakat resah. Di sini semua berjalan lancar. Tidak ada sesuatu yang genting. Tidak ada kiamat di dalam kiamat,” tegas Nasaruddin, menanggapi narasi dramatis soal penyelenggaraan haji tahun ini.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas haji yang berjibaku di tengah cuaca ekstrem demi memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik.
BACA JUGA:Jemaah Haji Diingatkan, Koper Kepulangan Maksimal 32 Kg, Tanpa Zamzam dan Powerbank
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: