Heboh Lagi Kasus Dokter Cabul, Lecehkan Pasien di Malang, Ketahui 7 Faktanya

Heboh Lagi Kasus Dokter Cabul, Lecehkan Pasien di Malang, Ketahui 7 Faktanya

Dokter yang diduga cabuli pasiennya di Malang--

LINGGAUPOS.CO.ID – Lagi-lagi heboh kasus terbaru dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum Dokter cabul di Rumah Sakit Swasta di Kota Malang, ketahui beberapa faktanya. 

Diketahui hal malang ini terjadi pada korban yang bernama Qorry. Melalui unggahan Instagram pribadinya @qorryauliarachmah yang membagikan cerita kejadian yang dialaminya pada September 2022. 

Ceritanya ini pun mendapat banyak perhatian dari netizen dan saat ini sedang viral di jagat Media Sosial.

LINGGAUPOS.CO.ID telah merangkum sejumlah fakta mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang diungkap oleh korban sebagai berikut. 

BACA JUGA:6 Fakta Terkait Pelecehan Dokter Kandungan di Garut, Korban Diduga Capai Ratusan Orang

1. Bermula dari Pemeriksaan IGD

Dalam postingan Instagramnyam Qorry pun menceritakan jika saat itu ia sedang mengalami Sinusitis dan Vertigo berat dan datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ketika itu, dirinya diperika oleh salah seorang Dokter Umum yang berinisial YA. 

“Dokter Umum tersebut suruh aku, Mba catat nomornya nanti pihak RS kirim hasil rontgennya melalui Whatsapp,” ungkap Qorry. 

Hal yang janggal, hasil rontgen dikirim bukan dari pihak administrasi, melainkan langsung oleh dokter YA lewat nomor pribadinya.

BACA JUGA:Cerita Gadis Belitang OKU Timur Dinikahi Bule dengan Mahar Rumah Hingga Uang Ratusan Juta Rupiah

“Lupa malam itu atau esok harinya, hasil rontgen dikirim melalui Whatsapp. Ternyata itu nomor dokter itu sendiri. Dan dokter itu teru-terusan Whatsapp, meskipun nggak direspon,” jelasnya. 

2. Dokter Datang ke Kamar Rawat Inap Pasien 

Tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, YA datang ke ruang rawat inap pasien dengan dalih ingin menjenguk. 

3. Pemeriksaan Fisik yang Tidak Wajar

BACA JUGA:Mitra Catering Lubuk Linggau Hadirkan Menu Halal, Harga Terjangkau Mulai dari Rp3 Ribu

Korban mengaku jika pemeriksaan dilakukan di bagian mata, mulut, hingga dada dan merasa prosesnya dilakukan terlalu lama dari biasanya.  Kemudian dokter tersebut mengarahkan kamera ke tubuh korban.

4. Korban Langsung Usir Dokter  

Karena merasa tidak nyaman korban langsung mengusir dokter tersebut keluar dari kamarnya dengan dalih ingin beristirahat.

5. Tak Berani Melapor

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: