48 Eks JI Sumsel Ikuti Seminar Wasathiyah Densus 88 di Palembang
48 Eks Jamaah Islamiyah Sumsel Ikuti Seminar Transformasi Ideologi Wasathiyah--
Sementara itu, Ust. Para Wijayanto memaparkan alasan eks JI menerima NKRI. Menurutnya, Indonesia memenuhi syarat sebagai negeri muslim karena rukun Islam seperti syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji dapat dijalankan secara bebas.
Ia juga menjelaskan pembagian wilayah hukum dalam Islam, yakni Tashri’ Ilahi yang bersifat qath’i atau tetap menyangkut halal, haram, dan hudud yang menjadi hak mutlak Allah, serta wilayah Ijtihadi yang fleksibel.
Di wilayah ijtihadi, manusia diperbolehkan membuat regulasi atau tanziim untuk kemaslahatan umum, termasuk aturan lalu lintas. Kepatuhan pada regulasi tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kekafiran.
“Gerakan berkomitmen untuk beralih dari wacana menuju aksi nyata yang tertib dan menghindari sikap ekstrem, baik yang keras maupun liberal-sekuler,” tegas Para Wijayanto.
BACA JUGA:Anak Gelapkan Mobil Ibu Kandung di Plaju Palembang Ditangkap Polisi
Transformasi konkret diwujudkan melalui penyesuaian kurikulum pondok pesantren agar santri memahami batasan wilayah ilahi dan ijtihadi, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.
Dari sisi konsolidasi, disebutkan 97 persen anggota JI telah sepakat dengan keputusan pembubaran organisasi. Sementara 3 persen yang belum sepakat terus didekati secara dialogis untuk mencegah perpecahan. Komitmen untuk tetap berada dalam koridor Ahlussunnah wal Jama’ah juga ditegaskan.
Dalam sesi dialog, peserta Joniyanto yang merupakan eks Napiter JI menanyakan manfaat pembubaran JI. Narasumber menjawab keputusan itu diambil berdasarkan kebenaran, keikhlasan, ilmu, dan tanpa pamrih.
Menjawab pertanyaan peserta lain, Munawirul Anwar, soal isu kamuflase pembubaran, narasumber menekankan pentingnya kepatuhan terhadap keputusan bersama dan pentingnya membedakan strategi dakwah di masa damai dan masa perang.
BACA JUGA:Mulai Rp12 Ribu, Rumah Makan Ummi Bunga Lubuk Linggau Hadirkan Sajian Lezat Bikin Nagih
Kegiatan ditutup dengan pengisian kuesioner, foto bersama, dan menyanyikan lagu Padamu Negeri. Seluruh rangkaian seminar berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Densus 88 berharap kegiatan ini menjadi momentum penguatan transformasi ideologi eks anggota JI di Sumsel menuju Islam yang rahmatan lil alamin, moderat, dan cinta tanah air dalam bingkai NKRI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: