Viral Ajakan Boikot di Medsos, Ini Jawaban dari Trans7

Viral Ajakan Boikot di Medsos, Ini Jawaban dari Trans7

Viral Ajakan Boikot di Medsos, Ini Jawaban dari Trans7--

LINGGAUPOS.CO.ID - Viral di media sosial (medsos) ajakan untuk boikot salah satu stasiun televisi nasional Trans7, terutama dari kalangan santri dan komunitas pesantren.

Baru-baru ini tagar yang berisi seruan untuk Boikot Trans7 menggema di medsos menjadi trending dan berhasil menyita atensi publik.

Munculnya tagar boikot tersebut bukannya tanpa sebab. Namun dikarenakan komunitas pesantren menilai ada potongan konten Trans7 yang secara tidak langsung merendahkan kedudukan ulama dan memicu ketersinggungan.

Tagar #BoikotTrans7 trending di medsos mulai dari X hingga Instagram, tagar yang dilayangkan oleh mayoritas komunitas santri dan masyarakat pesantren tersebut mengecam salah satu tayangan dari acara Trans7.

BACA JUGA:Update Harga Emas Hari Ini Selasa 14 Oktober 2025, Tembus Rp2,36 Juta

Bahkan kolom kementar  instagram resmi Trans7 @officialtrans7 juga dipenuhi oleh komentar tagar #BoikotTrans7 hingga ungkapan rasa kecewa atas salah satu tayangannya.

Lantas, apa sebenarnya penyebab viralnya ajakan boikot trans7 yang hingga saat ini masih mengisi trending di X.

Penyebab Trending Tagar Boikot Trans7

Munculnya tagar boikot Trans7 bukanlah tanpa sebab, aksi tersebut rupanya dipicu oleh penayangan salah satu episode program XPOSE di Trans7.

BACA JUGA:Buruan, Banjir Diskon HUT Lubuk Linggau, Mulai 15 Sampai 20 Oktober 2025, ini Lokasinya

Pada salah satu tayangan program XPOSE yang berjudul “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok? Kiainya yang kaya raya, tapi umat yang kasih amplop.”

Judul dan cuplikan video yang beredar luas di Instagram, TikTok hingga X itu dinilai provokatif dan menyinggung kalangan pesantren.

Banyak warganet menilai tayangan tersebut telah merendahkan martabat kiai, santri, serta lembaga pesantren.

Meskipun mungkin dimaksudkan sebagai bentuk kritik sosial, namun penyajiannya dianggap tidak berimbang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap kehidupan di pondok pesantren.

BACA JUGA:Pendaftaran MagangHub Kemnaker 2025 Diperpanjang, Catat Jadwal Terbarunya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: