Tega! Sniper Israel Tembak Ibu dan Anak di Gereja Katolik Hingga Tewas di Gaza

Tega! Sniper Israel Tembak Ibu dan Anak di Gereja Katolik Hingga Tewas di Gaza

Tega! Sniper Israel Tembak Ibu dan Anak di Gereja Katolik Hingga Tewas di Gaza--instagram: fatimashbair

GAZA, LINGGAUPOS.CO.ID - Sniper Israel tembak mati ibu dan anak yang sedang berada di gereja katolik di Kota GAZA. Berikut informasi selengkapnya.

Teganya pasukan Israel menembak hingga tewas ibu dan anak saat mereka tengah beribadah di Gereja Katolik, Paroki Keluarga Kudus, Gaza pada Sabtu, 16 Desember 2023.

Seperti mengutip dari pernyataan Uskup Agung Yerusalem Pierbattista Pizzaballa, yang membenarkan bahwa korban adalah seorang wanita tua dan putrinya dan tidak disebutkan lebih lanjut usia korban.

Patriark Latin Yerusalem mengatakan bahwa sniper Israel ‘menembak secara keji’ seorang ibu dan putrinya. Ketika itu, mereka tengah berlindung di gereja tersebut.

BACA JUGA:Prediksi Bali United vs Persib Bandung, BRI Liga 1, Senin 18 Desember 2023, Kick Off 19.00 WIB

Seperti mengutip dari Al Jazeera, otoritas gereja itu dalam rilis resminya mengungkapkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, ibu dan anak itu ditembak saat mereka berjalan menuju biara suster. “Nahida dan putrinya, Samar, ditembak dan tewas saat mereka berjalan menuju Biara Suster.” Ujarnya.

Rilis tersebut menjelaskan jika satu orang tewas saat mencoba membawa yang lain ke tempat yang lebih aman, sementara ada tujuh orang lagi yang mengalami luka-luka ketika mencoba berlindung di kompleks gereja.

Selain itu, otoritas gereja juga menyebut tak ada peringatan atau pemberitahuan sebelum serangan itu dilancarkan.

BACA JUGA:Pengungsi Rohingya Beli KTP Palsu Di Medan, Bobby Nasution Beri Tanggapan Tegas

“Mereka ditembak dengan keji di dalam lingkungan Paroki, tempat dimana tak ada pihak yang berperang.” Lanjutnya.

Adapun menurut laporan dari AFP, tiga proyektil Israel juga menyasar Biara Suster Bunda Theresa dan menghancurkan generator beserta bahan bakarnya yang ada di gedung tersebut.

Imbas dari gempuran di lokasi  itu pula tiga orang diketahui mengalami luka-luka. Perlu diketahui bahwa Gedung yang digempur itu merupakan tempat bagi 54 orang penyandang difabel dan kini tak bisa dihuni lagi.

“ 54 orang penyandang disabilitas saat ini mengungsi dan tidak memiliki akses terhadap alat bantu pernapasan yang sebagian dari mereka perlukan untuk bertahan hidup.” Ungkapnya dalam rilis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: