Public Speaking Anda Akan Semakin Menawan, 7 Kalimat Powerful Berikut Yang Harus Kamu Gunakan!

Public Speaking Anda Akan Semakin Menawan, 7 Kalimat Powerful Berikut Yang Harus Kamu Gunakan!--Pixabay.com
BACA JUGA:Kemenparekraf Sosialisasikan Panduan Komunikasi Krisis Sektor Parekraf di Jawa Barat dan Bali
Nah, kalian tentu bisa menemukan formula kalimat lainnya yang sejalan dengan hal yang disebutkan sebelumnya.
4. Tadi sudah bicara tentang itu, sekarang saya ingin berbicara tentang…
Kalimat selanjutnya ini bisa digunakan sebagai transaksi ketika sedang public speaking. Mengapa ini perlu anda lakukan saat berbicara di depan umum?, karena potensial audiens lebih mudah mengikuti alur yang disampaikan.
Oleh karena itu, ketika audiens tahu jikalau topiknya akan berpindah, maka disitulah mereka dapat terus mengikuti apa yang disampaikan tanpa harus kebingungan.
BACA JUGA:Sangat Mudah, Ketahui 5 Tips Agar Lancar Public Speaking, di Hadapan Orang Banyak
5. Pada suatu ketika…
Mungkin kalimat ini terdengar klise, bahkan mungkin sebagian orang menghindarinya pada saat public speaking.
Biasanya awalan seperti ini, disebutkan untuk memulai sebuah cerita. Alih-alih membosankan, sebuah cerita nyatanya bisa menarik perhatian audiens. Dr. McGarrity menjelaskan bahwa audiens mungkin lupa statistic atau grafik spesifik yang kita sajikan dalam public speaking namun cerita atau narasi akan lebih mudah diingat.
Karena hal itulah yang paling umum dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang pada dasarnya bercerita sesuatu dalam kehidupannya.
BACA JUGA:6 Jenis Tanaman Hias Dengan Nama Unik, Ada Nama Hewan, Nomor 1 Status Wanita
Untuk membuat kalimat ini efektif, buatlah cerita disertai studi kasus. Perkenalkan pentingnya sebuah masalah dengan cerita yang mencekam.
6. Kami, kamu atau mereka
Gallo juga menyarankan untuk meminimalkan kata ganti “aku”. Menurutnya, proses penyampaian informasi yang baik di depan umum bukan ketika itu semua tentang kamu (si penyampai pesan. Oleh karenanya, jangan terpaku pada diri sendiri.
Menjauhkan diri dari kesan orang pertama membuat kamu tampak lebih mudah didekati. Misalnya, alih-alih membicarakan semua tentang pencapaian diri sendiri, ubahlah menjadi cerita tentang keberhasilan tim secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: