Catat, Ini Ramuan Herbal Penurun Demam dan Pereda Batuk-Pilek untuk Anak

Catat, Ini Ramuan Herbal Penurun Demam dan Pereda Batuk-Pilek untuk Anak

Kunyit bahan ramuan herbal penurun demam dan batuk pilek untuk anak. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com--

JAKARTA, LINGGAUPOS.CO.ID - Ramuan herbal bisa menjadi alternatif pilihan bagi para orangtua yang tengah bingung mencari cara pengobatan yang tepat bagi anak.

Apalagi, obat tablet maupun puyer yang direkomendasikan sebagai pengganti obat sirup memiliki rasa pahit.

Kendati begitu perlu diingat, konsumsi ramuan herbal juga perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kementerian Kesehatan masih melakukan penyelidikan penyebab peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak. Karena itu, Kemenkes telah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk cair atau sirup.

BACA JUGA:Di Muratara Obat Sirup Masih Dijual, Begini Penjelasan Dinkes

Lantas, obat apa yang harus diberikan orang tua kepada anaknya yang mengalami demam, batuk atau pilek? Sebagai alternatif, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) memberikan rekomendasi ramuan herbal penurun demam dan pereda batuk pilek untuk anak.

Dalam siaran resmi yang diterima ANTARA, Kamis, PDPOTJI menjelaskan ramuan ini punya rasa yang tidak pahit dan mudah dibuat karena bahan-bahannya mudah didapatkan.

Resep Remuan Herbal Penurun Demam dan Pereda Batuk Pilek.

Berikut resep ramuan penurun demam dan pereda batuk pilek yang bisa Anda buat sendiri di rumah bila kesehatan buah hati sedang tidak optimal.

BACA JUGA:Soal 5 Obat Berbahaya, Dinkes Lubuklinggau Panggil Para Pihak

Sirup Madu Bawang Jahe

Ramuan ini bisa diberikan untuk anak usia 1-12 tahun yang berkhasiat menurunkan demam dan meredakan batuk serta pilek.

Bahan-bahan:

- 30 ml madu murni

BACA JUGA:Rp5 Miliar untuk ETLE di Lubuklinggau

- 1 siung bawang merah, dicincang halus
- 1 siung bawang putih, dicincang halus
- 10 gram jahe segar, dicincang halus
- 1⁄2 buah jeruk nipis, diperas

BACA JUGA:Ini Kiat yang Dilakukan Jika Anak Terlanjur Minum Obat yang Tercemar Etilen Glikol

Cara:

Masukkan cincangan bawang merah, bawang putih dan jahe ke dalam botol yang berisi madu, lalu masukkan air perasan jeruk nipis.

Tutup botolnya, kemudian kocok atau guncang-guncang botolnya.

Diamkan dalam suhu kamar selama 8 jam, sehingga didapatkan sirup dengan konsistensi encer.

BACA JUGA:iPhone 14 di Indonesia Resmi Dirilis, Simak Rincian Harganya

Saring, tuang ke dalam botol obat yang bersih dan kering.

Ramuan ini siap dikonsumsi dengan takaran 1 sendok teh (5ml) sekali minum.

Simpan dalam kulkas dan habiskan dalam waktu 2-3 hari.

Ramuan ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dengan dosis tiga kali sehari, masing-masing 5 ml.

BACA JUGA:Steven Gerrard Dipecat Aston Villa Usai Dibantai Fulham

Susu Kunyit untuk Bayi

Susu Kunyit untuk bayi usia 6 bulan hingga 1 tahun

Bahan-bahan:

- 1/8 – 1/4 sendok teh kunyit bubuk (diutamakan kunyit bubuk organik)

BACA JUGA:Ini Luka yang Dialami Korban Pembunuhan di Muara Lakitan Musi Rawas

- ASI atau Susu Formula dengan volume yang biasa dikonsumsi

Cara:

Siapkan ASI/susu formula hangat dalam gelas, masukkan kunyit bubuk, lalu aduk sampai rata.

Siap diminum. Ramuan ini bisa dikonsumsi tiga kali dalam sehari, sebelum atau sesudah makan.

BACA JUGA:Diduga Dikeroyok, Warga Muara Lakitan Musi Rawas Ditemukan Tewas Terkapar di Jalan

Ramuan herbal tersebut juga boleh dikonsumsi anak sehat dengan dosis sekali sehari karena ramuan itu bisa menguatkan daya tahan tubuh dan membantu memelihara kesehatan.

"Bahan-bahan herbal dalam dua ramuan di atas secara empirik terbukti aman dan berkhasiat dalam membantu menurunkan demam dan meredakan batuk-pilek pada anak, tanpa ada laporan efek samping, dengan rasa yang disukai anak pada umumnya," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si.

Hasil-hasil penelitian juga mengonfirmasi keamanan penggunaan pada anak dan aktivitas sebagai anti-oksidan (penangkal radikal bebas), imunomodulator (penguat daya tahan tubuh), anti-inflamasi (antiperadangan), antipiretik (penurun demam), antitusif (penekan refleks batuk), mukolitik (pengencer dahak), dekongestan (pelega kongesti hidung), dan anti-alergi yang ringan pada anak.

Dikatakan konsumsi ramuan herbal di atas menjadi kontra-indikasi pada anak yang alergi terhadap salah satu bahan, namun kasus alergi terhadap bahan herbal tersebut amat jarang. "Konsumsi ramuan herbal pada anak tetap perlu dikonsultasikan dahulu kepada dokter," pesan dia. (antara/jpnn)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: