Heboh Penipuan Arisan Online, Korbannya Tersebar di Sumsel, Bengkulu Hingga Hongkong

Heboh Penipuan Arisan Online, Korbannya Tersebar di Sumsel, Bengkulu Hingga Hongkong

LINGGAUPOS.CO.ID – Heboh penipuan arisan online, yang pelakunya diduga Bunga Octaviani alias BO) (24) warga Karang Anyar Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Diketahui ada 191 orang korbannya, yang tersebar di Curup (Rejang Lebong), Kepahiang, Bengkulu, Seluma.

Kemudian Empat Lawang dan Palembang (Sumsel). Selanjuta Jakarta, Kupang, Lombok, Jambi, Klaten, Subang, Indramayu. Bahkan Hongkong hingga Malaysia.

Kerugian yang dialami para korban tersebut diperkirakan lebih dari Rp 4 miliar. Kamis (30/6/2022) kasus ini dilaporkan sejumlah peserta arisan online ke Polda Bengkulu.

BACA JUGA:Penyebar Video Mesum Curup Diamankan

Selain itu, sejumlah korban juga melapor ke Polres Rejang Lebong (RL). Mereka melapor, setelah BO menghilang tanpa jejak bersama suami dan anaknya.    

Dijelaskan salah seorang, korban yang melapor ke Polda Bengkulu, MT (22) menjelaskan hingga Kamis (30/6/2022) sudah ada 13 warga Kota Bengkulu yang melapor ke Polda Bengkulu dengan total kerugian Rp300 juta.

“Jumlah korban di kota sekitar 34 orang. Yang sudah ikut melapor ke Polda Bengkulu sudah 13 orang, ini baru yang di Kota Bengkulu saja belum seluruh. Kalau total seluruh kerugian yang dialami anggota arisan Rp 3 miliar lebih,” ungkap MT.

Ia menambahkan, arisan ini sudah berjalan dari tahun 2020, namun mulai mengalami kemacetan pada akhir tahun 2021 lalu. “Namun di akhir 2021 dia ngebom terus overslot.

BACA JUGA:Pemeran Video Mesum Curup Diamankan, Lihat Tampangnya

Nah untuk para korban ini kan ada juga yang ikut sistem flat, arisan ini tidak ada yang menurun jadi semuanya flat tapi yang sudah dibayarkan ketika jatuh tanggal narik dia tidak transfer, terus yang overslot juga ketika sudah dibayar tetapi tidak narik juga,” terang MT.

Sistem flat yaitu peserta mendapat uang Rp10 juta namun setiap bulan harus bayar Rp1 juta setiap bulan selama 11 bulan. Sementara sistem overslot itu menggantikan peserta yang tidak sanggup bayar lagi.

“Misal ada peserta yang tidak mampu bayar Rp5 juta, jadi kita cukup bayar Rp3 juta dan nanti Rp5 juta itu kita yang dapat full,” terang MT.

Hingga saat ini, dari keterangan yang diperoleh para korban, Bunga sendiri sudah kabur dari rumahnya.

BACA JUGA:Video Mesum Diduga Warga Curup Beredar di Media Sosial

“Kita sudah konfirmasi kepada teman-teman yang ada di Curup, ownernya si Bunga dan keluarganya sudah tidak lagi di rumah kemungkinan sudah kabur,” demikian MT.

Sementara itu di Polres Rejang Lebong, Kamis sore sejumlah korban arisan online ini juga membuat laporan.

“Ya, Rabu, beberapa peserta arisan mendatangi rumah Bunga, tapi kosong dan sudah tidak ada orang. Jadi diminta untuk disegel pakai kayu pintu sama jendelanya,’’ terang Ca salah satu korban arisan warga Curup.

Ditambahkan Ca, para peserta arisan yang melapor ke Polres RL tersebut, kerugiannya cukup beragam, karena memang selama ini tergiur dengan janji-janji terlapor.

Terlebih sudah banyak yang mengaku mendapatkan hasil diawal-awal ikut arisan.

BACA JUGA:Heboh, Saat Joget di Pesta Malam, Dedi Santoso Tewas Ditusuk

“Kalau saya termasuk baru, yang lain sudah ada yang dua tahun dan tiga tahun ikut. Para peserta ini mulai curiga karena belakangan mulai macet dan ternyata pas didatangi ke rumahnya, sudah tidak ada orangnya lagi. Makanya hari ini banyak yang datang melapor ke Polres Rejang Lebong,’’ imbuh Ca.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun RB, beberapa peserta arisan online ini sebelumnya sempat mendatangi rumah Bunga pada Rabu (29/6/2022) pagi, lantaran ia tidak bisa dihubungi lagi.

Saat tiba, peserta arisan tidak mendapatkan keberadaan Bunga beserta suaminya.

Kemarahan para korban semakin menjadi-jadi setelah keesokan harinya Kamis (30/6/2022) rumah Bunga benar-benar dalam keadaan kosong. Kedua orangtuanya pun juga ikut-ikutan menghilang.

Hingga para korban yang berdomisili di Rejang Lebong sepakat melapor ke Polres Rejang Lebong.

“Semua korban yang di luar daerah informasinya melapor ke Polda di masing-masing daerah,” ujar salah seorang korban yang enggan ditulis namanya. (jam/dtk)

Artikel ini sudah tayang di rakyatbengkulu.com dengan judul: Lagi, 191 Warga Tertipu Arisan Rp 4 Miliar

Sumber: