1.095 Warga Mura Terinfeksi TBC

1.095 Warga Mura Terinfeksi TBC

LINGGAUPOS CO ID Dari 405 610 penduduk Kabupaten Musi Rawas Mura ada 1 095 orang diduga terinfeksi Tuberkulosis TBC di Tahun 2021 Dari jumlah itu baru 569 orang atau 52 persen yang sudah terdeteksi sementara sekitar 48 atau lebih kurang 490 orang yang belum terdeteksi Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinkes Mura drg Maya Kusuma didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Edwar Zuliyar saat dibincangi Kamis 24 2 2022 Ia mengakui tahun 2021 untuk target CDR Case Detection Rate dan terduga TBC tidak tercapai Dinkes Mura memang ada target yang harus dicapai dan diupayakan setiap tahunnya Salah satunya mencari orang orang penderita penyakit TBC di Mura Selain dari target penemuan kasus TBC pihak Dinkes juga memperhitungkan jika satu orang penderita TBC bisa menginfeksi sekitar 10 orang Dengan perhitungan itu mereka bisa mencari orang orang terduga TBC atau suspek untuk dicek dahaknya Dalam setahun Dinkes harus mendapatkan spesimen dahak dari 5 914 orang Namun untuk capaian dahak yang kita lakukan baru mencapai 3 106 orang atau 53 Itu artinya kami belum mampu untuk melakukan screening kepada semua orang terduga TBC di Mura Jadi ketahuan capaian target TBC di Mura rendah jelasnya Lalu mengapa capaian TBC di Mura rendah Ia mengungkapkan dari pihak Dinkes Mura telah melakukan penjaringan untuk penderita TBC melalui Waskon waskon TBC yang ada di Puskesmas se Kabupaten Mura yang melakukan penjaringan dan mencari suspek suspek TBC Namun kalau hanya mereka yang mencari tanpa dukungan dari lintas sektor pihaknya pun merasa kesulitan untuk mencapai desa desa mencari orang TBC Sangat diperlukan bantuan lintas sektor untuk mendukung program ini karena ini tanggung jawab bersama Oleh karena itu kami mengharapkan dari Camat Kadas dan tokoh masyarakat di desa untuk selalu menyosialisasikan kepada masyarakat apabila ada gejala TBC segera memeriksakan dahaknya Dan kami dari Dinkes akan memfasilitasi masyarakat yang mau memeriksakan dahaknya dengan diberikan pot dahak secara gratis lalu serahkan kepada petugas kesehatan Kami akan sangat berterima kasih jika masyarakat mau memberikan dahaknya harapnya Dijelaskannya jika seseorang positif TBC tidak mudah pengobatannya Karena penderita harus mengonsumsi obat selama 6 bulan secara rutin Tapi ada orang terkendala saat mengonsumsi obat TBC ini terkadang penderita merasa sudah ada perubahan atau sudah sehat Padahal baru 2 atau 3 kali mengonsumsi obat Padahal bakteri dormant bisa aktif kembali Ketika aktif lagi orang yang bergejala baru memakan obat lagi lalu dormant lagi kuman yang ada di penderita akan familier dengan obat tersebut Pasien seperti ini disebut dengan TBC Resisten Obat atau perkembangan dari TBC biasa kemudian pada akhirnya sesuai dengan kondisiniya berkembang menjadi kebal akan obat tersebut Ini membuat orang TBC Resisten lebih berbahaya lagi dan lebih repot lagi pengobatannya Makanya diharapkan yang menjalani pengobatan TBC ini untuk patuh dengan konsumsi obat secara teratur jelasnya Ia memastikan untuk penderita TBC bisa disembuhkan asal ditemukan oleh petugas kesehatan dipastikan 85 sembuh dengan OAT Obat Anti TB yang teratur Sementara Kabid Pelayanan Kesehatan Yankes Dinkes Kota Lubuklinggau dr charlie menjelaskan selama ini kendala mereka dalam mengatasi pasien TBC banyak mereka yang enggan diperiksa Padahal untuk memastikan terinfeksi TBC atau bukan itu dari pemeriksaan dahaknya Alat pemeriksaan TBC sudah dimiliki rumah sakit bahkan beberapa puskesmas kita juga sudah punya alat pemeriksa TBC Pasien TBC biasanya yang tinggal di tempat kawasan kawasan kumuh karena itu namanya anaerob yang mudah berkembang ditempat tidak ada pencahayaan matahari Jadi salah satu keluarga mereka TBC biasa nular ke yang lain jelasnya Untuk pencegahan ada bagian kesehatan masyarakat yang nantinya mendata untuk wilayah masing masing per kecamatan Lalu memberikan edukasi atau pemeriksaan Nah yang susahnya itu pada saat kita turun kelapangan masyarakatnya tidak mau diperiksa Ini yang menyebabkan kita sulit menurunkan angka TBC Coba kalau mereka mau diperiksa lalu diobati wilayah itu aman dari TBC Contoh di Kelurahan Sidorejo dulu banyak warganya yang TBC namun karena mereka mau diedukasi dan mau berobat kelurahan mereka saat ini aman dari penularan TBC ungkapnya Untuk pengobatan TBC pasien selama enam bulan terus menerus minum obat Kalau putus minum obatnya maka pengobatan akan diulang dari awal Setelah enam bulan akan diperiksa lagi dahak dan ronsennya Kalau dia sering putus putus minum obat nanti dosis dinaikkan lagi Saat ini seluruh puskesmas tersedia obat TBC jika persediaan tinggal sedikit mereka melapor ke Dinkes maka akan diantar atau mereka ambil langsung ke Dinkes Ia menambahkan ciri ciri orang terkena TB itu sering keringat malam walaupun cuacanya dingin nafsu makan berkurang berat badan menurun drastis dan batuk sering berdarah karena paru parunya yang terinfeksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: