BGN Beberkan Alasan Kenapa MBG Tetap Dibagi Meski Libur Sekolah

BGN Beberkan Alasan Kenapa MBG Tetap Dibagi Meski Libur Sekolah

Badan Gizi Nasional (BGN).--

Distribusi MBG bagi kelompok ini dilaksanakan secara reguler dari Senin hingga Sabtu, tanpa penyesuaian jadwal meski sekolah libur.

BACA JUGA:Anggota DPR RI Fauzi Amro Salurkan Bantuan PIP ke Sekolah di Lubuk Linggau

Hidayati menegaskan bahwa ibu hamil, menyesuai, dan anak usia balita adalah kelompok yang paling membutuhkan perhatian.

“Karena itu, meskipun sekolah libur, distribusi MBG untuk kelompok 3B tetap berjalan enam hari sepekan. Ini merupakan amanat pedoman resmi dan wujud komitmen negara menjaga gizi sejak dini,” jelasnya.

Opsi Pemberian MBG Saat Libur

Menyambut libur semester ganjil, sebelumnya BGN juga telah memberikan opsi-opsi pendistribusian MBG untuk siswa.

BACA JUGA:Saat Mancing 3 Pelajar Terjebak di Sungai Kelingi Lubuk Linggau, Damkar dan Polisi Turun Tangan

Sebelumnya Kepala BGN Dadan Hidayana menjelaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan terlebih dahulu mendata jumlah siswa yang bersedia datang ke sekolah untuk mengambil MBG selama liburan.

Kata Dadan, pada awal masa libur sekolah para siswa akan diberikan paket makanan siap santap seperti telur, buah, susu, abon atau dendeng.

“Awal libur dibeirkan makanan siap santap maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon atau dendeng,” kata dia dikutip LINGGAUPOS.CO.ID pada Rabu, 24 Desember 2025.

BGN juga menyiapkan alternatif penyaluran MBG denga cara pengantaran langsung ke rumah. Opsi ini disiapkan untuk mengakomodasi orang tua atau siswa yang tidak berkenan datang ke sekolah untuk mengambil makanan.

BACA JUGA:Perkuat Pemahaman Petugas, Dirjen PAS Beri Arahan Teknis Hak Bersyarat di Lapas Narkotika Muara Beliti

“Kita sedang rancang sistem delivery 4 hari libur,” tambahnya.

Sementra itu, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang turut menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG selama libur sekolah bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dan para siswa.

Ia menegaskan tidak ada unsur paksaan bagi siswa untuk datang ke sekolah selama liburan. 

“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” jelas Nanik.

BACA JUGA:7 Ide Sederhana Hadiah Natal 2025 untuk Keluarga dan Teman Tercinta

Ia menyebutkan, orang tua siswa diperbolehkan mengambil paket MBG di sekolah. 

“Orang tuanya boleh yang ambil kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” bebernya.

Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial di LINK INI 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: