Beredar Video Bullying Siswi SMP di Lubuk Linggau, Korban Lapor Polisi

Beredar Video Bullying Siswi SMP di Lubuk Linggau, Korban Lapor Polisi

Potongan video bullying siswi SMP di Lubuk Linggau, yang kini dilaporkan ke polisi--

LINGGAUPOS.CO.ID – Video aksi bullying (perundungan) siswi SMP di Lubuk Linggau beredar di media sosial. Tidak terima dengan aksi bullying tersebut, kasus ini dilaporkan ke Polres Lubuk Linggau, Senin 21 Juli 2025.

Korban dalam kasus ini adalah MZ (13) pelajar kelas VII, SMP Negeri 5 Lubuk Linggau, sedangkan yang melapor adalah ibunya, Murniati (34) warga Kelurahan Karya Bhakti Kecamatan Lubuk Linggau Timur II.

Adapun yang dilaporkan yakni CC (15) pelajar SMP Negeri 14 Lubuk Linggau. 

Dalam video aksi bullying yang beredar, tampak korban MZ yang mengenakan pakaian pramuka, sedangkan pelaku CC mengenakan pakaian hitam. 

BACA JUGA:Oknum Dokter Gigi Musi Rawas Digrebek Suami di Lubuk Linggau, Diduga Bersama Selingkuhan, Videonya Beredar

CC tampak menjambak rambut MZ, kemudian memukulinya tanpa henti. Bahkan korban MZ sampai harus merangkak. Bukan hanya dipukuli, bahkan kepala MZ beberapa kali ditendang oleh MZ.

Diketahui aksi perundungan tersebut terjadi pada Sabtu 12 Juli 2025 sore, di halaman SD Negeri 29 Lubuk Linggau di Kelurahan Mesat Jaya Kecamatan Lubuk Linggau Timur II.


Ibu korban saat melapor di Polres Lubuk Linggau--

Imbas kejadian ini, korban pun mengalami trauma, dan memar-memar di kepala dan tubuhnya.

Kuasa hukum korban, Febri Habibi Asril menjelaskan, bahwa setelah kejadian korban tidak langsung menceritakan kepada keluarganya, karena takut dan diancam oleh pelaku. “Bahkan diancam dibunuh,” jelasnya, Senin 21 Juli 2025.

BACA JUGA:Bagas dan Bagus, Kembar Lubuk Linggau yang Terlibat Pencurian Damkar di Rejang Lebong Bengkulu

Makanya korban tidak mengaku kepada keluarganya, selain itu juga minta pindah sekolah, ingin masuk pesantren saja. Bahkan korban MZ pun tidak masuk sekolah pada Senin 14 Juli 2025, setelah kejadian.

Hingga akhirnya kejadian ini diketahui setelah orang tua MZ pada Kamis 17 Juli 2025. Yang kemudian korban langsung divisum. “Baru diketahui setelah lihat video itu dibagikan berapa kali di akun Instagram, terjadi kekerasan,” jelas Febri.

Setelah korban divisum, diakui Febri ada pertemuan melalui pihak sekolah. Namun setelah itu, tidak ada lagi respon dari pihak keluarga. “Kami sayangkan, hanya diselesaikan di sekolah, diselesaikan di keluarga,” ia menambahkan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait