Mengenal Program MBG Prabowo: Tujuan, Menu, dan Anggaran 2026

Kamis 23-07-2026,10:48 WIB
Reporter : Budi Santoso
Editor : Budi Santoso

Penyaluran dilakukan bertahap per provinsi agar dapur dan logistik siap.

Seperti Apa Menunya?

BACA JUGA:Pemeriksaan Radiologi di RSIA Dwi Sari Lubuk Linggau yang Cepat, Akurat dan Aman

Menu disusun ahli gizi dari Kemenkes dan BGN - Badan Gizi Nasional. 

Standarnya harus mengandung 4 pilar: karbohidrat, protein hewani/nabati, sayur, dan buah. Plus susu.

Contoh menu 1 porsi MBG: Nasi + Ayam/ikan/telur + Tahu tempe + Sayur bening/bayam + Buah potong + Susu kotak. 

Kemudian untuk balita: bubur, MPASI, biskuit tinggi protein. Lalu untuk ibu hamil: menu tinggi zat besi, protein, dan asam folat. 

BACA JUGA:Tips dalam Mencegah Gangguan Refraksi Agar Penglihatan Tetap Jernih dari Klinik Utama Mata SSEC Lubuk Linggau

Untuk menu Program MBG disesuaikan dengan kearifan lokal.  Misalnya di Sumatera bisa ada ikan, di Papua ada sagu dan ubi. 

Hal ini bertujuan agar bahan baku mudah didapat dari petani sekitar.

Bagaimana Cara Kerjanya?

MBG tidak dibagikan langsung dari pusat. Pemerintah membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau "Dapur MBG" di tiap kecamatan/kelurahan.

BACA JUGA:RSIA Ananda Lubuk Linggau: Solusi Kesehatan Ibu, Anak dan Program Hamil Terbaik

Dapur ini yang memasak, mengemas, lalu mendistribusikan makanan ke sekolah dan posyandu setiap hari kerja. 

Pengelola dapur diprioritaskan dari masyarakat sekitar + UMKM catering.

Pemerintah juga menggandeng BUMN Pangan seperti Bulog, ID Food, dan petani lokal untuk rantai pasok.

Anggaran dan Pengawasan

BACA JUGA:Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Anggaran MBG dialokasikan dari APBN. Per porsi ditargetkan Rp10.000 hingga Rp15.000 tergantung wilayah. 

Kategori :