• Curriculum Vitae (CV) khusus Beasiswa: Jangan gunakan format CV kreatif yang penuh warna kecuali kamu melamar jurusan seni. Gunakan format ATS (Applicant Tracking System) yang rapi, profesional, dan menonjolkan pencapaian (bukan sekadar daftar tugas).
4. Buat Esai yang Memukau
Esai menduduki peran amat penting ketika mendaftar beasiswa ke luar negeri, melalui esai menjadi wadah bagi kamu untuk “menjual” diri dan meyakinkan panitia seleksi bahwa kamu layak didanai.
Untuk diketahui, penyedia beasiswa tidak hanya mencari orang pintar. Mereka mencari kandidat yang memiliki visi, dampak dan karakter.
BACA JUGA:Kisah Dasep Ahmadi Pionir Mobil Listrik yang Dipenjara 10 Tahun
Dalam hal ini penting untuk diingat, ketika menulis motivation letter atau personal statement, sebaiknya hindari kalimat klise seperti “Saya ingin belajar budaya asing.”
Gunakanlah struktur berikut agar esai kamu lebih berbobot:
1) Masalah: Apa masalah di lingkungan atau bidang kerja kamu yang meresahkan kamu?
2) Solusi: Bagaimana ilmu yang akan kamu pelajari di luar negeri dapat membantu memecahkan masalah tersebut?
BACA JUGA:Dukung Penguatan Pasar Keuangan Domestik, BRI Raih 3 Penghargaan Dealer Utama dengan Kinerja Terbaik
3) Kontribusi: Apa yang akan kamu lakukan untuk Indonesia atau komunitas global setelah lulus nanti?
4) Relevansi: Mengapa beasiswa ini dan universitas tersebut adalah tempat terbaik untuk mewujudkan rencana kamu?
5) Gunakanlah diksi yang kuat dan lugas.
6) Mintalah rekan atau mentor untuk melakukan proofreading guna memastikan tidak ada kesalahan tata bahasa dan logika berpikir.
BACA JUGA:Ungkit Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan, BRI Berhasil Salurkan KUR Senilai Rp31,42 Triliun
5. Dapatkan Surat Rekomendasi yang Kredibel
Seperti diketahui, surat rekomendasi berfungsi sebagai validasi pihak ketiga atas kemampuan dan karakter kamu.
Pilihlah pemberi rekomendasi yang mengenal kamu dengan baik secara profesional atau akademik, bukan sekadar orang yang memiliki jabatan tinggi tetapi tidak mengenal kinerja kamu.