Sri Lanka saat ini menghadapi krisis energi dengan stok bahan bakar di negara ini diperkirakan hanya cukup untuk 25 hari pada tingkat konsumsi saat ini.
Distribusi terganggu karena beberapa pom bensin tutup lebih awal dan operator swasta seperti Sinopec dan Shell kesulitan memenuhi permintaan.
Pemerintah merespons dengan menaikkan harga bahan bakar hingga 30 persen, termasuk diesel, petrol 92 dan 95 oktan, serta kerosene, sehingga harga kembali ke level krisis ekonomi 2022 dan diperkirakan akan mendorong inflasi sebesar 5–8 persen.
5. India
BACA JUGA:Kapan Batas Akhir Puasa Syawal 2026? Simak Penjelasannya di Sini
Indian Express pada 26 Maret menyebut India saat ini menghadapi kekhawatiran publik terkait ketersediaan bahan bakar otomotif, seperti petrol dan diesel, menyusul perang di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global.
Beberapa wilayah, termasuk Gujarat dan Andhra Pradesh, dilaporkan mengalami antrian panjang di SPBU akibat panic buying, namun pemerintah dan perusahaan pemasok minyak (OMC) menegaskan bahwa tidak ada kekurangan bahan bakar.
6. Filipina
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr telah menyatakan keadaan darurat energi nasional, yang akan berlaku selama satu tahun.
BACA JUGA:Melon Kembali Berbuah, Lapas Narkotika Muara Beliti Petik Hasil Panen Kedua
Sebagai bagian dari respons darurat, pemerintah membentuk sebuah komite khusus untuk mengatur pergerakan, distribusi, dan ketersediaan bahan bakar.
Marcos Jr juga memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan produk petroleum, termasuk membayar sebagian kontrak di muka jika diperlukan, serta mengambil tindakan terhadap penimbunan, spekulasi, dan manipulasi pasokan.
7. Bangladesh
Pada 24 Maret kemarin, The Economic Times melaporkan krisis bahan bakar di Bangladesh semakin parah akibat perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah, terutama di SPBU, di mana masyarakat harus antre berjam-jam dan suasananya penuh kekacauan.
BACA JUGA:BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay Melalui Lebih dari 19 Ribu Jaringan ATM dan CRM
Situasi ini dinilai telah mencapai titik kritis, di mana risiko penutupan SPBU secara massal menjadi nyata, terutama karena masalah keamanan dan pasokan bahan bakar yang tidak memadai.
Namun hal ini dibantah oleh Menteri Informasi dan Penyiaran Zahir Uddin Swapan yang mengatakan Bangladesh saat ini tidak menghadapi krisis energi.
8. Jepang
Jepang akan melakukan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah negara itu mulai minggu ini, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kekurangan bahan bakar akibat perang AS-Israel terhadap Iran.
BACA JUGA:7 Delegasi Ketua OSIS Lubuk Linggau Ikuti Student Council Leadership of South Sumatera 2026
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah telah menyetujui pelepasan cadangan minyak swasta selama 15 hari.
Cadangan negara yang akan dilepas mencakup sekitar 80 juta barel, setara dengan 45 hari kebutuhan domestik.
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di LINK INI