Nantinya Sidang Isbat dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Dalam prosesnya, pemerintah akan mempertimbangkan data hisab serta hasil rukyat hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia.
BACA JUGA:Semarak Ramadan, Lippo Plaza Lubuk Linggau Gelar Buka Puasa Bersama Anak-Anak Panti Asuhan
Sidang isbat juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli astronomi, perwakilan organisasi masyarakat Islam, hingga lembaga seperti BMKG dan BRIN.
Setelah rangkaian sidang selesai, Menteri Agama akan mengumumkan secara resmi penetapan 1 Syawal 1447 H atau lebaran 2026 kepada masyarakat.
Nahdlatul Ulama (NU) biasanya mengikuti keputusan pemerintah terkait penetapan awal Syawal karena sama-sama menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan perhitungan hisab.
Prediksi BMKG dan BRIN
BACA JUGA:Pemudik Jangan Ragu Lintasi Lubuk Linggau, ini 4 Lokasi Pos Pengamanan Pelayanan Lebaran 2026
Selain organisasi keagamaan, sejumlah lembaga ilmiah juga memberikan prediksi berdasarkan data astronomi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.
Berdasarkan analisis BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam di Indonesia pada 19 Maret 2026 diperkirakan masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS.
Kriteria tersebut mensyaratkan bahwa tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Karena belum memenuhi syarat itu, bulan Ramadan diperkirakan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
BACA JUGA:Terungkap, Ini Penyebab Kematian Wanita Asal Musi Rawas Yang Ditemukan di Kepahiang Bengkulu
Prediksi serupa juga disampaikan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menyebutkan bahwa posisi hilal pada 19 Maret 2026 kemungkinan belum memenuhi kriteria MABIMS sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.
Dengan adanya prediksi tersebut, memunculkan kemungkinan berbedanya tanggal Ramadan 2026 di Indonesia antara Muhammdiyah dan Pemerintah.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu menunggu keputusan resmi dari Pemerintah yang akan diumumkan melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026.
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di LINK INI