Kapolda Sumsel Janji Evaluasi Total Bentrokan di Mapolda yang Lukai Jurnalis, 2 Orang Serahkan Diri
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana saat temui jurnalis yang melakukan aksi--
LINGGAUPOS.CO.ID - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana angkat bicara terkait bentrokan yang terjadi di depan Mapolda Sumsel yang berujung pada kekerasan terhadap jurnalis dan mahasiswa. Ia berjanji akan melakukan evaluasi total terhadap peristiwa tersebut.
Janji itu disampaikan Rony secara langsung di hadapan lebih dari 200 peserta aksi solidaritas pers yang digelar di gerbang Mapolda Sumsel, Kamis 15 Oktober 2026.
Aksi yang diinisiasi Koalisi Pers Sumsel ini mendesak Polda Sumsel untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis, mengungkap aktor intelektual di balik bentrokan, serta mengevaluasi sistem pengamanan yang dinilai gagal.
Temui Massa, Kapolda Beberkan Penanganan Kasus
BACA JUGA:1 Orang Ditangkap, Kapolda Sumsel Pastikan Korban Bentrok di Depan Mapolda Dapat Perawatan Terbaik
Sekitar pukul 14.50 WIB, setelah massa melakukan orasi lebih dari satu jam, Kapolda Sumsel datang menemui peserta aksi. Rony didampingi Dirbinmas dan Dansat Brimob Polda Sumsel, kemudian duduk bersama pimpinan organisasi media dan organisasi jurnalis di depan gerbang.
Di hadapan massa, Rony memastikan seluruh korban kekerasan telah mendapat perawatan medis terbaik di RS Bhayangkara Palembang.
Ia juga memaparkan perkembangan penanganan hukum. Menurutnya, satu orang pelaku telah diamankan dan dua orang lainnya baru saja menyerahkan diri.
"Sesuai instruksi Kapolri dan yang kami lakukan, semua korban kita berikan perawatan terbaik di RS Bhayangkara. Satu pelaku sudah kita amankan. Terbaru, dua orang sudah menyerahkan diri," ujar Rony.
BACA JUGA:AJI Palembang Kutuk Kekerasan Jurnalis Saat Demo Karhutla, PWI-SMSI Desak Polisi Usut Tuntas
Koalisi Pers Desak Ungkap Aktor Intelektual
Namun bagi Koalisi Pers Sumsel, penangkapan pelaku di lapangan belum cukup. Massa menuntut polisi membongkar seluruh rangkaian kejadian secara utuh, mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, hingga menelusuri dugaan adanya aktor intelektual di balik kericuhan.
Tuntutan lain yang disuarakan adalah evaluasi terhadap fungsi intelijen dan pengamanan aksi. Koalisi mempertanyakan mengapa bentrokan bisa pecah tepat di depan markas kepolisian, padahal dua kelompok massa berada di lokasi yang sama.
Menjawab itu, Kapolda menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk merespons tuntutan pencopotan Direktur Intelkam Polda Sumsel.
BACA JUGA:Demo Cipayung Plus Soal Karhutla di Palembang Ricuh, 3 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan
"Terkait pencopotan Dirintel dan semua kejadian bentrok ini, kami akan lakukan evaluasi menyeluruh. Kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Kita akan lawan premanisme," tegas Rony.
Evaluasi Tak Boleh Normatif
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: