Kabut Asap Karhutla dan Abu Vulkanik, Apa Bedanya? Ini Cara Membedakannya
Beda kabut asap dengan abu vulkanik--
LINGGAUPOS.CO.ID - Masyarakat di beberapa wilayah Sumatera dan Jawa dalam sepekan terakhir mengeluhkan langit pekat dan udara tidak sehat. Pertanyaan yang paling sering muncul: ini kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) atau abu vulkanik dari erupsi gunung api?
Keduanya terlihat mirip, sama-sama membuat langit kelabu dan sesak napas. Namun menurut pakar, keduanya sangat berbeda secara material, sumber, dan dampak kesehatannya. Salah mengenali bisa salah penanganan.
Apa Itu Kabut Asap Karhutla?
Kabut asap Karhutla adalah hasil pembakaran biomassa - hutan, semak, dan lahan gambut. Menurut Kementerian Kesehatan, asap Karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan PM10, karbon monoksida (CO), dan senyawa organik yang sangat mudah terhirup jauh ke dalam paru-paru.
BACA JUGA:9 Cara Membuat Rumah Tetap Minim Asap Saat Kabut Karhutla Menyelimuti
Untuk memastikan sumbernya, BMKG menjelaskan melakukan pemantauan menggunakan berbagai parameter, mulai dari citra satelit, sebaran titik panas atau hotspot, hingga arah dan kecepatan angin. Jika di sekitar wilayah banyak hotspot dan tidak ada aktivitas vulkanik, maka dipastikan itu asap Karhutla.
Apa Itu Abu Vulkanik?
Berbeda total. Abu vulkanik bukan hasil pembakaran.
Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Material ini terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik.
Menurut kajian vulkanologi, partikelnya bentuknya tidak teratur, tajam, dan bergerigi sehingga bersifat sangat menghancurkan dan abrasif.
BACA JUGA:Kabut Asap vs Abu Vulkanik, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Berbahaya, ini Cara Mencegah Keracunan
5 Cara Membedakan Kabut Asap Karhutla dan Abu Vulkanik Menurut BMKG dan Dokter
Agar tidak tertukar, ini cara paling mudah membedakannya:
1. Dari Warna dan Bau
Asap Karhutla berwarna kekuningan, kecoklatan, atau kehitaman pekat dan berbau asap kayu terbakar yang menyengat. Sementara abu vulkanik berwarna abu-abu putih hingga krem, tidak berbau asap, tapi seperti debu semen.
BACA JUGA:Ada Asap Karhutla dan Debu Vulkanik, ini 5 Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini Lewat HP
2. Dari Hasil Paper Test BMKG
Ini cara paling ilmiah. BMKG menggunakan paper test untuk memastikan apakah partikel yang turun adalah abu.
Seperti yang terjadi pada kasus Anak Krakatau, BMKG menegaskan hasil pengujian menggunakan paper test di beberapa bandara masih negatif untuk partikel abu vulkanik yang jatuh ke daratan, meski di satelit terdeteksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: