Bahaya Debu Vulkanik Terhadap Kendaraan Mobil Maupun Motor, Juga Cara Mengatasinya

Bahaya Debu Vulkanik Terhadap Kendaraan Mobil Maupun Motor, Juga Cara Mengatasinya

Bahaya Debu Vulkanik Terhadap Kendaraan Mobil Maupun Motor--

LINGGAUPOS.CO.ID - Indonesia berada di ring of fire. Letusan Gunung Semeru, Merapi, hingga Anak Krakatau selalu membawa hujan abu vulkanik yang bisa menjangkau radius puluhan kilometer. Bagi pemilik kendaraan, abu ini bukan debu biasa.

Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Partikelnya bersifat abrasif sehingga berisiko menggores cat dan kaca mobil. Jika masuk ke sistem asupan udara, abu juga dapat mengganggu kinerja mesin

1. Kata Ahli: Kenapa Debu Vulkanik Lebih Berbahaya dari Debu Biasa?

Dedi Junaedi, Service Manager Honda Megatama Kalimalang menjelaskan: "Kandungan material pada abu vulkanik mengandung SiO2 atau pasir kuarsa yang biasa digunakan untuk membuat gelas"

BACA JUGA:Jangan Ngerem Mendadak, 9 Tips Berkendara di Tengah Kabut Asap Agar Terhindar dari Kecelakaan

Karena itu, jika dilap kering, bodi akan baret permanen.

Victor, Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengingatkan dampak paling fatal ada di mesin:

"Debu vulkanik akan lebih berbahaya lagi bagi kendaraan bermotor, terutama pada ruang bakar. Komponen Silica yang ada debu vulkanik akan meleleh dan menempel pada ruang bakar" 

Silika yang meleleh ini akan membuat dinding silinder (liner/boring) baret dan menyebabkan loss kompresi.

BACA JUGA:Tips Memilih Kasur Mobil Portable yang Nyaman dan Aman untuk Anak Saat Bepergian Jarak Jauh Antar Provinsi

Purwadianto, mekanik Honda Service Operation (HSO) Yogyakarta yang berpengalaman menangani hujan abu Merapi dan Kelud menambahkan:

"Dalam kondisi standar, yang harus diperhatikan adalah filter udaranya. Jika penumpukan debu di filter udara terlalu banyak otomatis akan membuat performa..." dan "Yang terpenting justru perawatan pasca hujan abu. Filter udara sebaiknya langsung diganti" 

Riyono, Prototype Development PT Yutaka Manufacturing Indonesia (supplier cakram rem Honda) menyoroti sistem pengereman:

"Nanti kampas rem bisa jadi cepat aus akibat debu dari abu vulkanik tersebut". Tumpukan debu di piston kaliper rem juga bisa bikin rem seret dan baret. 

BACA JUGA:Penyebab Tarikan Gas Motor Matik Berat Saat Digas Pagi Hari dan Cara Membersihkan Throttle Body Sendiri

2. Rincian Bahaya untuk Mobil dan Motor

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: