Harga Bitcoin Meniru Pola Emas? Analisis Peluang BTC Menuju US$800.000

Harga Bitcoin Meniru Pola Emas? Analisis Peluang BTC Menuju US$800.000

Harga Bitcoin Meniru Pola Emas--

LINGGAUPOS.CO.ID - Bitcoin kembali menunjukkan sinyal positif setelah berhasil bertahan di atas level psikologis US$60.000 sepanjang Juli 2026. Kenaikan ini memicu optimisme baru di kalangan investor karena beberapa analis melihat adanya kemiripan antara struktur harga Bitcoin saat ini dengan pola historis emas sebelum memasuki fase bullish berkepanjangan. 

Di tengah meningkatnya minat terhadap aset crypto investor juga mulai mencari platform perdagangan dengan USDT spread rendah agar biaya transaksi lebih efisien ketika melakukan akumulasi Bitcoin maupun aset crypto lainnya.

Selain berinvestasi, ekosistem aset digital kini juga semakin luas penggunaannya dalam transaksi lintas negara. Banyak investor yang mulai memahami bahwa Remittance adalah layanan pengiriman uang antarnegara yang kini semakin berkembang berkat teknologi blockchain. 

Melalui aplikasi seperti Pintu, pengguna tidak hanya dapat membeli Bitcoin, Ethereum, dan ratusan aset crypto lainnya mulai dari Rp11.000, tetapi juga memperoleh akses ke fitur trading lanjutan melalui Pintu Pro dengan spread yang kompetitif sehingga aktivitas investasi menjadi lebih efisien.

BACA JUGA:Mengenal Program MBG Prabowo: Tujuan, Menu, dan Anggaran 2026

Bitcoin Dinilai Mengikuti Pola Historis Emas

Analis teknikal Crypto Patel menjadi salah satu pihak yang paling optimistis terhadap prospek Bitcoin dalam jangka panjang. Melalui analisis grafik multi-tahun, ia membandingkan struktur harga Bitcoin dengan pola yang pernah dibentuk emas sebelum memasuki reli besar pada dekade sebelumnya.

Menurut Patel, baik emas maupun Bitcoin memiliki karakteristik yang hampir serupa. Keduanya mengalami fase akumulasi yang panjang, kemudian membentuk tren naik secara bertahap sambil mempertahankan area support utama. 

Setelah itu, harga bergerak mendekati resistance jangka panjang sebelum akhirnya mengalami breakout yang memicu kenaikan secara eksponensial.

BACA JUGA:Reses Tahap II Tahun 2026 DPRD Lubuk Linggau, H Yaudi Terima Keluhan Lampu Jalan hingga Berobat Gratis KTP-El

Dalam pandangannya, Bitcoin saat ini sedang berada pada tahap yang hampir identik dengan fase yang pernah dialami emas. Apabila pola tersebut kembali terulang, aset crypto terbesar di dunia itu diperkirakan dapat memasuki fase kenaikan parabola dalam beberapa kuartal mendatang.

Patel bahkan memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi mencapai US$800.000 pada September 2027 apabila breakout terhadap resistance utama berhasil dikonfirmasi. Target tersebut memang terdengar sangat ambisius. 

Area Support Menjadi Pondasi Tren Bullish

Salah satu alasan utama di balik optimisme tersebut adalah kemampuan Bitcoin mempertahankan area support penting di kisaran US$55.000 hingga US$60.000. Level tersebut telah beberapa kali diuji selama fase koreksi sebelumnya, namun tekanan jual selalu berhasil diserap oleh pembeli.

BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Giatja Lapas Narkotika Muara Beliti Laksanakan Penyemaian Bibit Pakcoy Secara Berkala

Dalam analisis teknikal, kemampuan harga bertahan di area support yang kuat sering kali menjadi indikasi bahwa investor jangka panjang masih melakukan akumulasi. Kondisi ini berbeda dengan fase distribusi, ketika harga cenderung gagal mempertahankan level penting dan terus membentuk titik terendah baru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: