MPLS Berakhir, SMPIT PGRI Lubuk Linggau Gencarkan Program Unggulan Tahfidz Quran
Siswa SMPIT PGRI Lubuk Linggau saat mengikuti kegiatan MPLS di kelas--
LINGGAUPOS.CO.ID - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPIT PGRI Lubuk Linggau telah berakhir, seluruh peserta didik akan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, peserta didik baru SMPIT PGRI Lubuk Linggau memulai hari pertama dengan melangsungkan MPLS.
MPLS di SMPIT PGRI Lubuk Linggau berlangsung selama 5 hari, pelaksanaan hari terakhir dilangsungkan pada Jumat, 17 Juli 2026.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar di SMPIT PGRI Lubuk Linggau telah berjalan normal baik bagi siswa baru maupun siswa lama.
BACA JUGA:Polres Lubuk Linggau Selidiki Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Guru SD Negeri 8
Salah satu program unggulan yang dimilki SMPIT PGRI Lubuk Linggau yakni Tahfidz Al-Quran, peserta didik akan belajar menghafal ayat-ayat Al Quran.
Hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh kepala SMPIT PGRI Lubuk Linggau Widiono, S.Pd mengungkapkan bahwa hari pertama sekolah tahun ajaran baru disambut dengan kegiatan MPLS Ramah.
Dikatakannya, kegiatan belajar mengajar di SMPIT PGRI selain mata pelajaran umum juga menekankan pada bidang keagamaan islamnya.
Widiono menerangkan, siswa SMPIT PGRI Lubuk Linggau masuk sekolah pagi hari dimulai dengan kegiatan salat dhuha berjamaah kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tahfidz.
BACA JUGA:Kepala SD Negeri 8 Lubuk Linggau Panggil Guru yang Diduga Aniaya Siswa, Karena Tidak Hapal Perkalian
“Untuk kegiatan tahfidz Quran pelaksanaannya dengan sistem pengelompokkan, ada Tahsin dan Tahfidz lanjut, dan lanjut lagi dikelompokkan menjadi 3, ” ujarnya kepada LINGGAUPOS.CO.ID pada Kamis, 16 Juli 2026.
Usai kegiatan tahfidz, lanjutnya, siswa kemudian mengikuti pelajaran umum atau yang mereka sebut sebagai mata pelajaran Diniyah.
Ia menerangkan, SMPIT PGRI Lubuk Linggau mengunggulkan program Tahfidz yang dimiliki sekolah baik bagi anak-anak yang sudah pandai mengaji maupun yang belum bisa mengaji.
“Jadi untuk cara baca (ngaji), hafalannya, makhorijul huruf, hal-hal inilah yang kami amati secara konstan terus menerus, dalam hal ini ada juga pengelompokkan sistem belajar,” sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
