Cuci Muka Terlalu Sering: Bersih atau Justru Merusak Pelindung Kulit?

Cuci Muka Terlalu Sering: Bersih atau Justru Merusak Pelindung Kulit?

Cuci Muka Terlalu Sering: Bersih Atau Justru Merusak Pelindung Kulit? --Mahasiswa Prodi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya dan Dosen Pengampu

LINGGAUPOS.CO.ID - Wajah sedikit berminyak? Cuci muka. Baru kena debu di jalan? Cuci muka lagi. Habis skincare? Kadang masih ingin bilas sekali lagi karena merasa belum “bersih”.

Di tengah tren kulit glowing dan mulus, banyak orang mengira bahwa semakin sering wajah dicuci, semakin sehat pula kulitnya. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memicu iritasi dan mengganggu keseimbangan alami kulit.

Ironisnya, banyak orang tidak sadar kalau penyebabnya bukan kurang menjaga kebersihan — melainkan terlalu sering membersihkan wajah.

KULIT PUNYA “TAMENG ALAMI”

BACA JUGA:UPTD SPAM Muratara Tingkatkan Pelayanan Air Bersih untuk 6.000 Pelanggan, Perbaikan Jaringan Terus Dikebut

Kulit manusia sebenarnya sangat pintar. Pada lapisan paling luar kulit terdapat pelindung alami yang disebut skin barrier. Lapisan pelindung kulit atau skin barrier membantu membatasi kehilangan air sekaligus melindungi tubuh dari berbagai paparan dari luar.

Masalah muncul ketika wajah dicuci terlalu sering, terutama menggunakan sabun pembersih yang mengandung deterjen kuat atau alkohol tinggi. Penggunaan pembersih yang terlalu keras atau terlalu sering dapat mengganggu keseimbangan lapisan pelindung kulit.

Akibatnya? Kulit mulai ‘protes’, yakni terasa kering, tertarik, atau lebih mudah teriritasi.

Tanda-tandanya sering dianggap sepele: kulit terasa tertarik setelah cuci muka, muncul kemerahan, perih saat memakai skincare, gampang berminyak, hingga jerawat yang tidak kunjung reda. Banyak orang justru salah paham dan berpikir wajah mereka masih kurang bersih, sehingga frekuensi mencuci muka malah ditambah.

BACA JUGA:Berapa Gaji Guru PPPK Sekolah Rakyat 2026? Cek Nominalnya Berikut

Padahal, itu seperti membersihkan lantai dengan cairan keras setiap jam sampai lapisan pelindungnya ikut terkikis.

TERLALU BERSIH BISA MEMBUAT KULIT SEMAKIN BERMINYAK

Pada sebagian orang, pembersih yang terlalu keras justru dapat memperburuk masalah kulit berminyak. Pembersih yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan memicu peningkatan produksi minyak. Akibatnya, wajah justru terlihat semakin berminyak beberapa jam setelah dicuci.

Fenomena ini membuat banyak orang terjebak dalam lingkaran yang sama: wajah berminyak → cuci muka → kulit makin kering → produksi minyak meningkat → cuci muka lagi.

BACA JUGA:Rem Blong, Truk Pengangkut Kopi Terjun ke Sungai di Kepala Curup Rejang Lebong Bengkulu

Paparan air dan bahan pembersih secara berulang perlu diperhatikan, terutama apabila produk yang digunakan terlalu keras atau menimbulkan rasa kering dan perih setelah pemakaian. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan transepidermal water loss (TEWL) yang menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan sensitif.  

“KALAU TIDAK SERING CUCI MUKA NANTI JERAWATAN”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: