TK Aisyah Lubuk Linggau Utamakan Lulusan yang Berkarakter Baik, Dibentuk Sejak Dini
TK Aisyah Lubuk Linggau menghadirkan berbagai program unggulan tidak hanya pendidikan umum, keagamaan islam juga ditekankan pada anak-anak.--
LINGGAUPOS.CO.ID- Tidak hanya berfokus pada pendidikan umum, dalam mendidik anak-anak usia dini, TK Aisyah Lubuk Linggau fokus pada pembentukan karakter baik yang ditanamkan kepada peserta didik.
Sudah puluhan tahun beroperasi di Lubuk Linggau yakni sejak tahun 2002, TK Aisyah Lubuk Linggau terus unjuk eksistensinya sebagai lembaga pendidikan bagi anak usia dini hingga sekarang.
TK Aisyah Lubuk Linggau berlokasikan di Jalan Cereme Dalam, Cereme Taba, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam mendidik murid, TK Aisyah menghadirkan berbagai program unggulan tidak hanya pendidikan umum, keagamaan islam juga ditekankan pada anak-anak.
BACA JUGA:Rapat Persiapan Launching Pengukuran Terjadwal Kantor Pertanahan Musi Rawas
Sehingga selain belajar membaca menulis dan berhitung (calistung) anak-anak disana juga diajarkan mengaji, salat, bacaan doa-doa pendek, ayat pendek hingga berbagai hadits pendek.
Sekolah jenjang Taman Kanak-kanak tersebut juga memiliki visi untuk meluluskan peserta didik yang memiliki karakter baik, mengenai adab, sopan santun dan lainnya.
Kepala TK Aisyah Lubuk Linggau Yuliana Disro, S.Pd.I kepada LINGGAUPOS.CO.ID mengatakan bahwa sekolahnya tersebut saat ini menerapkan kurikulum merdeka, sesuai yang dianjurkan pemerintah.
Kata Yuliana, kegiatan belajar mengajar di sekolahnya itu dilangsungkan dengan cara menyenangkan, menerapkan konsep belajar sambil bermain.
BACA JUGA:Roger Danuarta Kecelakaan di Jalinsum Musi Rawas, Sepeda Motor CBR Masuk ke Bawah Angdes
“Setiap hari aktivitas anak-anak mengenal huruf, angka serta kegiatan mengaji, dan pembiasaan doa-doa pendek sehari-hari,” terangnya pada Senin, 13 April 2026.
Tidak hanya itu, anak-anak di sana juga dilatih dalam hal perkembangan motorik halus, kreativitas serta kognitif dan emosionalnya melalui kegiatan mewarnai, membuat kolase, serta menggunting.
Lebih lanjut, Yuliana menerangkan, dalam hal menulis ataupun calistung, anak-anak di sana tidak terlalu ditekankan.
Kata Dia, calistung diajarkan hanya sebatas pengenalan saja, misalnya anak-anak mulai diajarkan dari cara memegang pensil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: