Teliti Sebelum Membeli, Inilah 7 Tips Aman Memilih Motor Bekas 2026
Ilustrasi motor bekas.--
LINGGAUPOS.CO.ID- Tingginya harga kendaraan baru membuat motor bekas menjadi alternatif yang semakin diminati masyarakat.
Di balik harga yang lebih terjangkau, pembeli perlu lebih cermat agar tidak terjebak pada kendaraan bermasalah, baik dari sisi teknis maupun legalitas.
Dilansir dari otomotifnet.gridoto.com, berikut sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli motor bekas 2026.
Langkah pertama adalah melakukan riset harga pasaran. Calon pembeli disarankan membandingkan harga dari berbagai sumber, mulai dari situs jual beli daring, komunitas otomotif, hingga showroom motor bekas.
BACA JUGA:Honda PCX160: Warna Baru, Desain Mewah, dan Teknologi Canggih
Harga yang terlalu murah, misalnya terpaut Rp3–5 juta dari rata-rata pasar, patut diwaspadai karena bisa menjadi indikasi adanya masalah pada surat-surat kendaraan, riwayat kecelakaan berat, atau kondisi mesin yang sudah tidak standar.
Selain harga, inspeksi fisik juga menjadi tahap krusial. Kondisi bodi motor dapat mencerminkan bagaimana perawatan pemilik sebelumnya.
Goresan dalam, retakan, atau cat yang tidak merata bisa menjadi tanda bahwa kendaraan pernah mengalami benturan keras.
Pembeli juga perlu memperhatikan keselarasan roda depan dan belakang. Posisi yang tidak sejajar dapat mengindikasikan rangka yang sudah tidak presisi.
BACA JUGA:Mitsubishi Destinator Hybrid: Era Baru Efisiensi dan Performa
Bagian kaki-kaki tak kalah penting untuk diperiksa. Pastikan tidak ada rembesan oli pada shockbreaker serta perhatikan ketebalan ban.
Ban yang sudah aus berarti membutuhkan penggantian dalam waktu dekat, yang tentu menambah biaya.
Dari sisi legalitas, calon pembeli wajib mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin pada fisik kendaraan dengan yang tertera di STNK dan BPKB asli.
Nomor yang terlihat tidak rapi atau terdapat bekas kikir dan las patut dicurigai.
BACA JUGA:Modern dan Agresif, Ini Keunggulan 6 Mobil Canggih Kia yang Hadir di Pasar Indonesia
Aspek hukum menjadi hal paling mendasar, karena kendaraan dengan dokumen bermasalah dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Pengujian mesin sebaiknya dilakukan dalam kondisi dingin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: