Tradisi Ruwahan Sambut Ramadan Menurut Pandangan Islam

Tradisi Ruwahan Sambut Ramadan Menurut Pandangan Islam

Ruwahan merupakan kebiasaan masyarakat di Jawa secara turun-temurun melakukan upacara atau ritual dan kegiatan dilaksanakan di pertengahan bulan Syakban (Ruwah) atau 15 hari menjelang Ramadhan.-ilustrasi-frepik.com

LINGGAUPOS.CO.ID – Bulan suci Ramadan 2026 tidak lama lagi akan segera tiba. Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 didasarkan pada berdasarkan hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sementara Pemerintah Indonesia belum memutuskan dan akan ditetapkan melalui sidang isbat, yang biasa dilaksanakan pada sore hari menjelang akhir bulan Sya'ban 1447 H.

Sebelum memasuki bulan suci Ramadan biasanya masyarakat khususnya di wilayah Jawa sering kali mengadakan tradisi Ruwahan atau sadranan.

Ruwahan merupakan kebiasaan masyarakat di Jawa secara turun-temurun melakukan upacara atau ritual dan kegiatan dilaksanakan di pertengahan bulan Syakban (Ruwah) atau 15 hari menjelang Ramadhan.

BACA JUGA:Catat, 5 Amalan pada Malam Nisfu Syakban 2026: Membaca Surah Yasin Hingga Berpuasa

Tradisi Ruwahan Menurut Pandangan Islam

Dikutip dari laman NU Online Jakarta,  Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Taufik Damas mengatakan, tradisi Ruwahan menjadi salah satu amal jariyah.

Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad, ruwahan termasuk ke dalam kategori anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

Dalam hadis diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

BACA JUGA:5 Keutamaan Malam Nisfu Syakban Pada Februari 2026: Malam Pengampunan Dosa

 “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa baginya.”  

Ketiga kategori tersebut adalah golongan yang dipastikan mendapat pahala jariyah yang didapatkan setelah kematian.

Dalam hadis Nabi juga ditegaskan, orang meninggal sudah selesai dosa dan pahalanya. Namun ada pahala yang disebut dengan pahala jariyah.

Artinya orang yang meninggal mendapatkan pahala dari tiga jalur, yang pertama amal jariyah, kedua melalui ilmu bermanfaat dan melalui doa anak shaleh.

BACA JUGA:Makna Tradisi Ruwahan Jelang Ramadan, Beda Daerah Beda Nama

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: