Waspada DBD, Pelajar SD di Lubuk Linggau Meninggal Dunia, ini Gejalanya

Waspada DBD, Pelajar SD di Lubuk Linggau Meninggal Dunia, ini Gejalanya

Febriani, ibu dari almarhumah Bilqis Dwi Ufaira --

LINGGAUPOS.CO.ID – Waspada Deman Berdarah Dengue (DBD) mengintai warga Lubuk Linggau. Bahkan seorang pelajar SD berusia 12 tahun meninggal dunia akibat penyakit ini.

Penderita DBD yang meninggal dunia, diketahui adalah Bilqis Dwi Ufaira murid kelas V SDN 27 Lubuk Linggau, pada Kamis 8 Januari 2026, malam.

Febriani, ibu dari Bilqis Dwi Ufaira menceritakan kepada LINGGAUPOS.CO.ID, bahwa ia dan keluarganya tinggal di Jalan Waringin Lintas Kecamatan Lubuk Linggau Utara II. Namun sering di rumah neneknya di Bengawan Solo, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II.

Awalnya dijelaskan Febriani, anaknya deman 3 hari, sudah diobati bahkan dijelaskannya disuntik 2 kali ke perawat. Namun belum ada perubahan.

BACA JUGA:BRI - Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi

Kendati sakit, Senin 5 Januari 2026  Bilqis masih sekolah. Tetapi ketika pulang sekolah Bilqis yang ternyata masih demam, mengeluhkan mual-mual.

Kemudian, Selasa 6 Januari 2026 Bilqis juga masih sekolah. Namun kemudian diantar pulang oleh guru karena wajah Bilqis pucat.


Suasana di rumah duka --

Febriani lalu membawa Bilqis ke Klinik Suud dan katanya ada peradangan amandel. Sempat disuntik di Klinik Suud namun malamnya Bilqis tetap tak ada perubahan.

Selain demam tinggi, Selasa malam Bilqis merasa badannya sakit semua. “Saya ajak ke rumah sakit, namun anak saya belum mau,” ia mengatakan.

BACA JUGA:Rekrutmen TNI AD 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat Daftarnya

“Pagi Rabu 7 Januari 2026, dia tanya, Bun siapa yang akan mengantar mereka ke rumah sakit, artinya dia ajak ke rumah sakit. Makanya saya bawa ke RS Siti Aisyah,” ia menceritakan.

Sampai di RS Siti Aisyah, ternyata di IGS pasien penuh. “Sempat diminta ke RS lain, karena penuh,” ia menjelaskan.

Karena kondisinya anaknya sesak, ia pun kasihan. “Penuh memang saat itu, banyak anak-anak. Kata perawatnya, kalau mau duduk di kursi roda, Bilqis akan segera diimpus. Karena kalau mau pakai bed, masih penuh didominasi,” ia mengatakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait