Dilarang Adakan Pesta atau Hajatan Besar, Inilah Sejarah dan Tradisi Sakral Malam 1 Suro 2025
Malam 1 Suro 2025.--
LINGGAUPOS.CO.ID - Malam 1 Suro ini kerap kali dikaitkan dengan hal mistis dan berbagai pantangan yang dianggap pamali.
Selain itu, masyarakat Jawa percaya bahwa Malam 1 Suro ini merupakan malam yang sakral dan keramat.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, dapat diketahui 1 Muharram tahun ini menandai pergantian tahun baru Islam, yaitu 1447 Hijriah.
Hal tersebut menandakan, tahun baru dalam kalender Islam jatuh pada 1 Muharram 1447 Hijriah.
BACA JUGA:Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Berikut Tanggal dan Amalannya
Kemudian malam 1 Suro ditandai dengan malam hari setelah Maghrib di tanggal 1 Muharram.
Apabila merujuk dari kalender tersebut, dapat diketahui 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada Jumat malam, 27 Juni 2025. Artinya, malam 1 Suro 2025 akan terjadi bertepatan dengan waktu setelah Maghrib di hari tersebut.
Sementara itu, tanggal 1 Suro 1959 Dal sendiri baru berlangsung pada hari Sabtu, 28 Juni 2025 berdasarkan kalender tersebut. Sebagai pengingat agar masyarakat tak ketinggalan dalam menantikannya, berikut uraian tanggalnya:
Dilansir dari mediaonline, istilah "Suro" berasal dari kata Arab Asyura, yang secara harfiah berarti "sepuluh".
BACA JUGA:3 Lowongan Kerja di Mimosa MG Authorized Dealer Palembang, Berikut Kualifikasinya
Dalam tradisi Islam, bulan Muharram dianggap sebagai salah satu bulan suci.
Seiring waktu, penyebutan Asyura berubah dalam pelafalan masyarakat Jawa menjadi "Suro", dan sejak itu menjadi nama bulan pertama dalam kalender Jawa.
Tradisi penanggalan Jawa yang memadukan unsur Islam dan budaya lokal dimulai pada masa pemerintahan Sultan Agung.
Kemudian, pada tanggal 8 Juli 1633 Masehi (atau Jumat Legi, bulan Jumadil Akhir 1555 Saka), Sultan Agung menetapkan kalender Jawa Islam sebagai sistem resmi.
BACA JUGA:Cobain Ayam Kuluyuk Krispi, Cita Rasa Garing Ditambah Saus Asam Manis Spesial, Cocok Untuk Hidangan Keluarga
Tujuan dari perubahan ini adalah untuk menyatukan nilai-nilai kejawen dan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.
Sejak saat itu, 1 Muharram Hijriah juga dijadikan sebagai awal tahun dalam kalender Jawa, dan masyarakat Jawa mulai memperingati malam 1 Suro sebagai malam penuh makna spiritual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: