6 Bahaya dan Efek Samping Kabut Asap Bagi Kesehatan: Meningkatkan Risiko Terkena Kanker Paru-paru

6 Bahaya dan Efek Samping Kabut Asap Bagi Kesehatan: Meningkatkan Risiko Terkena Kanker Paru-paru

Ilustrasi gambar wanita bermasker ditengah kabut asap--Gemini AI

LINGGAUPOS.CO.ID- Tahukah Anda, efek samping kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan saat musim kemarau sangat berbahaya bagi kesehatan, salah satunya dapat menyebabkan meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru.

Akhir-akhir ini di berbagai wilayah Indonesia tengah mengalami bencana kabut asap yang menyebabkan terganggunya aktifitas.

Bencana kabut asap merupakan fenomena polusi udara parah yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peristiwa ini seringkali melanda berbagai wilayah, terutamanya di Sumatera dan Kalimantan, bencana ini membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat serta lingkungan.

BACA JUGA:5 Respon Buruk Tubuh Akibat Kurangnya Pola Hidup Sehat, Ini Cara Mengukurnya

Kualitas udara yang menurun drastis akibat partikel halus asap dapat memicu berbagai gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

Selain kebakaran hutan, kabut asap juga dapat disebabkan oleh asap pabrik dan kendaraan bermotor. Asap tersebut mengandung berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organic volatile (VOC), dan ozon.

Tidak hanya gas, kabut asap juga mengandung partikel berbahaya berupa debu, asap, atau kotoran. Hal inilah yang membuat efek kabut asap bida berdampak sangat buruk bagi kesehatan.

Melansir berbagai sumber, berikut LINGGAUPOS.CO.ID telah merangkum ulasannya untuk Anda, setidaknya ada 6 bahaya dan efek samping akibat kabut asap yang penting untuk Anda ketahui.

BACA JUGA:Cara Gunakan ChatGPT untuk Edit di Photoshop Tanpa Pindah Aplikasi, Coba Sekarang

6 Bahaya dan Efek Samping Kabut Asap Bagi Kesehatan

1. Meningkatkan Risiko Terjadinya Gangguan Paru-paru

Penelitian menunjukkan, efek samping kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.

Selain itu, efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini disebabkan zat yang terkandung dalam kabut asap yang bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.

BACA JUGA:Benarkah Makan Ube Ungu Bisa Bikin Berat Badan Naik, Cek Faktanya di Sini

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait