Pertama di Dunia, Peneliti Ciptakan Virus Biologis Sungguhan dari AI Generatif
ilustrasi gambar virus--Gemini AI
LINGGAUPOS.CO.ID – Untuk pertama kalinya di dunia, para peneliti berhasil menciptakan virus dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) generatif.
AI di tangan para peneliti berhasil merancang virus baru yang tidak ditemukan di alam, sulit dipercaya, namun virus tersebut disebut-sebut dapat berfungsi.
Perlu dipahami bahwa virus yang dimaksud dibuat dari AI disini adalah virus biologis sungguhan alias mikroorganisme di dunia nyata. Bukan virus komputer atau melware yang biasa menyerang perangkat elektronik.
Virus dalam konteks penelitian ini adalah partikel biologis kecil yang bisa menginfeksi sel hidup, sama seperti virus flu atau virus korona yang kita kenal. Namun, tentu saja jenis virus yang dibuat inipun sama sekali berbeda dan tidak berbahaya bagi manusia.
BACA JUGA:Motorola Moto Pad 70: Tablet Tipis Baterai 10.200 mAh, Cek Spesifikasi dan Harganya
Melansir berbagai sumber, pencapaian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Arc Institute yang bermarkas di Palo Alto, California, bekerja sama dengan Standford University,Nvidia, dan UC Berkeley.
Perlu digarisbawahi, virus yang dihasilkan bukanlah ancaman bagi manusia atau hewan. Untuk menciptakan virus baru ini, para penelitian memakai model bahasa genom bernama Evo.
Proses Menghasilkan Virus dengan AI (Evo)
Cara kerja Evo mirip dengan cara kerja model AI generatif seperti chatGPT. Bedanya, Evo dilatih memakai genom dari sekitar 2 juta bakteriofag alias virus yang menginfeksi bakteri, untuk memprediksi pasangan basa DNA berikutnya dalam sebuah urutan genetik.
BACA JUGA:5 HP Murah RAM 8 GB dengan Memori 256 GB Harga Rp1 Jutaan, Cek Sekarang
Disebutkan target riset ini adalah menciptakan varian baru dari sebuah virus bernama Phi X-174 ( ΦX174).
Virus itu sengaja dipilih kerena cuma bisa menginfeksi bakteri E. coli, dan sama sekali tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan.
Peneliti melakukan penyesuaian khusus terhadap model Evo, memakai kumpulan data 14.466 sekuens virus keluarga Microviridae yang sudah dikurasi ketat, sehingga model bisa fokus menghasilkan varian yang menyerupai ΦX174.
Adapun proses Seleksi Kandidat virus buatan Evo ini terbilang sangat ketat. Menurut laporan New York Times, Evo awalnya menghasilkan sekitar 700.000 kemungkinan genom.
BACA JUGA:Sambut HUT RI dan Hari Pramuka 2026, SMA Islam Azhariyah Lubuk Linggau Siapkan Upacara Gabungan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: