Sepanjang 2026, Sudah 24 Kali Terjadi Kebakaran Lahan di Lubuk Linggau, Warga Dihimbau Jangan Sampai Memicu
Petugas Damkar Lubuk Linggau saat memadamkan kebakaran lahan, Rabu 2 September 2026--
LINGGAUPOS.CO.ID – Sejak Januari hingga awal September 2026, sudah terjadi 24 kali kebakaran lahan di Lubuk Linggau. Terbaru terjadi pada Rabu 3 September 2026 sore, di 3 lokasi berbeda.
Demikian diinformasikan Suryo Amrinata, Kabid Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Kota Lubuk Linggau, Kamis 3 September 2026.
“Kemarin ada 3 lokasi lahan yang terbakar, yakni di Green Garden wilayah Lubuk Linggau Selatan I, kemudian Cereme Dalam wilayah Lubuk Linggau Timur II dan Petanang Lubuk Linggau Utara I,” ia menjelaskan.
Kebakaran lahan yang terjadi di 3 wilayah tersebut, sama-sama besarnya. “Semuanya semak belukar, disertai beberapa tanaman,” ia menambahkan.
BACA JUGA:Heboh, Beruang Muncul di Kebun Warga Lubuk Binjai Lubuk Linggau
Seperti di Petanang, selain semak belukar juga ada pohon karet dan sawit, dengan luasan antara 3 hingga 4 hektar.
“Memang saat ini kondisinya kemarau, makanya lahan sangat mudah terbakar, karena banyak semak-semak yang kering di lahan,” ia menjelaskan.
Sementara itu memadamkan kebakaran, menurutnya di Lubuk Linggau ada 6 armada mobil pemadam kebakaran, namun ada 1 yang rusak.
“Seperti kemarin, karena ada di 3 lokasi, makanya harus bergantian memadamkan, dan tidak semua armada bisa diturunkan, karena harus ada yang standby, untuk antisipasi jika ada kebakaran lainnya,” ia menjelaskan.
BACA JUGA:Keterangan Menyesatkan Berujung Pidana di Lubuk Linggau, Terdakwa Divonis 1 Tahun Penjara
Himbauan untuk Warga
Suryo Amrinata juga menghimbau kepada warga, agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu kebakaran lahan. Seperti membuang puntung rokok sembarangan, terutama di rerumputan kering.
“Warga dihimbau jangan membakar sampah, apalagi membakarnya di dekat semak-semak yang kering. Yang sedang kemah, setelah membuat api unggun, pastikan bara padam, juga jangan dibuang sembarangan,” ia mengatakan.
Begitu juga, warga yang memasak menggunakan kayu bakar, agar sisa baranya segera dipadamkan setelah memasak. “Kalau dijaga, kebakaran lahan, kemungkinan tidak terjadi,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: