Polisi Imbau Orang Tua Awasi Anak, Bocah 12 Tahun Tenggelam di Sungai Kelingi Lubuk Linggau

Polisi Imbau Orang Tua Awasi Anak, Bocah 12 Tahun Tenggelam di Sungai Kelingi Lubuk Linggau

Himbauan bahaya mandi di sungai--

LINGGAUPOS.CO.ID - Peristiwa tragis terjadi di aliran Sungai Kelingi, Jalan Pengayom, Kelurahan Depati Said, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II. 

Seorang bocah berusia 12 tahun berinisial R (12), warga RT 1 Kelurahan Tapak Lebar, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai.

Korban akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Sabtu malam sekitar pukul 21.15 WIB. 

Jasad korban ditemukan sekitar 30 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

BACA JUGA:Polisi Periksa Penghuni Kontrakan di Dekat Pipa Bocor yang Sebabkan Kobaran Api di Prabumulih

Kapolsek Lubuk Linggau Barat, Iptu Joni Saibi membenarkan kejadian tersebut. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah menandatangani surat pernyataan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Korban bersama tujuh orang temannya pergi mandi di aliran Sungai Kelingi yang tidak jauh dari permukiman warga.

Saat asyik bermain, korban bersama teman-temannya sempat menyeberang untuk bermain pasir di sisi sungai. Nahas, ketika hendak naik ke tebing sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke aliran air yang cukup dalam.

"Korban sempat terlihat mengapung, kemudian tenggelam kembali. Melihat hal itu, teman-teman korban langsung berlari pulang untuk memberitahu keluarga korban," jelas Iptu Joni.

BACA JUGA:Produktif dan Bernilai Ekonomi, Giatja Lapas Narkotika Muara Beliti Kembangkan Budidaya Cabai

Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan bahaya aktivitas mandi dan bermain di aliran Sungai Kelingi.

Ketua RT setempat, Yazid Anwar, mengaku sudah berulang kali melarang anak-anak bermain di pinggiran sungai, terutama kebiasaan melompat dari atas pohon ke dalam sungai. 

Hal senada disampaikan warga sekitar, Yunita (43) yang rumahnya tepat di belakang lokasi kejadian. Ia mengaku sering menegur anak-anak yang mandi di lokasi tersebut, namun teguran itu kerap tidak diindahkan.

Untuk itu, pihak kepolisian dan tokoh masyarakat mengimbau orang tua diminta untuk mengetahui keberadaan anak, terutama pada jam siang hingga sore. Larang keras anak mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait