Terima Massa Pendemo, Ketua DPRD Musi Rawas Marah Besar, Apa Pemicunya

Kamis 02-04-2026,16:38 WIB
Reporter : Budi Santoso
Editor : Budi Santoso

LINGGAUPOS.CO.ID – Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Olah marah besar kepada para pendemo yang menggelar aksi damai pada Kamis, 2 April 2026.

Massa dari Aliansi Peduli Sopiah tersebut menggelar aksi untuk mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian Sopiah.

Diketahui Sopiah merupakan warga Desa Sungai Pinang Kecamatan Muara Lakitan ditemukan tewas di tumpukan sampah pinggir jalan kawasan Liku 9 Kabupaten Kepahiang Bengkulu, Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Polres Kepahiang belum berhasil mengungkap siapa orang yang paling bertanggung jawab atas kematian Sopiah.

BACA JUGA:Soal Kasus Kematian Wanita Asal Sungai Pinang di Kepahiang, Ini Penjelasan Ketua DPRD Musi Rawas

Sebab dari hasil otopsi pihak kepolisian di RS Bhayangkara Bengkulu, ditemukan luka akibat benda tumpul di bagian kepala korban.

Massa dari Aliansi Peduli Sopiah menggelar aksi di 2 tempat yakni Polres Musi Rawas dan Gedung DPRD Kabupaten Musi Rawas.

Awalnya saat menerima massa komunikasi terjalin dengan baik dengan Ketua DPRD Musi Rawas yang menggunakan logat bahasa daerah.

Firdaus Cik Olah menjabarkan apa yang telah dilakukan dalam kasus kematian Sopiah.

BACA JUGA:Terungkap, Ini Penyebab Kematian Wanita Asal Musi Rawas Yang Ditemukan di Kepahiang Bengkulu

Mulai dari otopsi terhadap jasad Sopiah di Rumah Sakit Bhayangkara hingga kepulangan jenazah ke rumah duka di Desa Sungai Pinang.

“Apakah aku harus ngomong, ilang pahalaku,” kata Firdaus Cik Olah.

Puncak kemarahan Firdaus Cik Olah terjadi saat mendengar ada tuntutan meminta dirinya mundur dari jabatan Ketua DPRD apabila kasus kematian Sopiah tidak terungkap.  

Mantan Kades Sungai Pinang Muara Lakitan itu mengaku tersinggung dengan tuntutan mundur dari jabatan yang disampaikan massa.

BACA JUGA:Soal Truk Batu Bara Viral, ini Penjelasan Dishub dan Polres Musi Rawas Utara

Kategori :