LINGGAUPOS.CO.ID- Sejalan dengan diumumkannya hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 juga mengumumkan daftar PTN penerima KIP Kuliah terbanyak.
Seperti diketahui pengumuman SNBP telah dilakukan sejak 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, saat ini pendaftar sudah bisa mengetahui hasilnya.
Mereka yang lulus SNBP selanjutnya akan melakukan pendaftaran ulang di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tujuan masing-masing.
Untuk diketahui, dalam SNBP juga menerima mahasiswa dengan KIP Kuliah, yaitu program beasiswa yang akan menanggung biaya kuliah (UKT) dan biaya hidup penerimanya.
BACA JUGA:43 Link Pengumuman SNBP 2026, Buruan Sudah Bisa Diakses
Beberapa kampus negeri tercatat memberikan kuota yang cukup besar bagi pemegang KIP Kuliah tahun ini.
Adanya hal tersebut tentunya memberi jalan yang lebar bagi calon mahasiswa, khususnya jalur SNBP untuk bisa berkuliah tanpa harus memikirkan biaya.
KIP Kuliah atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah sendiri merupakan dana pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk lulusan SMA/sederajat yang berprestasi akademik namun memiliki keterbatasan ekonomi.
Nantinya program ini memberikan bantuan biaya pendidikan (UKT/SPP) langsung ke kampus dan bantuan biaya hidup bulanan yang ditransfer ke mahasiswa dengan nominal yang berbeda tergantung klaster wilayah lokasi kampus.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah! Ini Link Resmi Pengumuman SNBP 2026 dan Langkah Berikutnya
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok mengungkapkan total pendaftar KIP Kuliah jalur SNBP 2026 ada sebanyak 287.831 peserta.
Kata Dia, di PTN akademik, ada sebanyak 273.980 pendaftar KIP Kuliah. Sementara yang diterima hanya 53.897 orang.
Kemudian untuk PTN vokasi, pendaftar KIP Kuliah tembus 33.071 orang. Dimana yang menerima KIP Kuliah pada jalur SNBP di PTN vokasi sebanyak 10.574 orang.
Kira-kira, PTN mana saja yang menerima KIP Kuliah terbanyak dalam SNBP 2026? Berikut LINGGAUPOS.CO.ID telah merangkum ulasannya untuk Anda.
BACA JUGA:Honda BeAT vs Scoopy 2026: Mesin Sama, Kenapa Harga dan Sensasi Berkendara Beda?