LINGGAUPOS.CO.ID – Keberadaan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terdata ratusan ekor, hingga 2026.
Bahkan menurut data Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) pada Januari 2026, ada 7 individu/ekor baru Harimau Sumatera yang terekam kamera trap di wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Sementara data terakhir pada 2024, ada 105 individu di seluruh kawasan TNKS, yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Pihak BBTNKS, menyebutkan bahwa secara teori, satu ekor harimau itu biasanya memerlukan wilayah jelajah 100 kilometer persegi atau sekitar 10.000 hektare.
BACA JUGA:TNKS Adalah Habitat Harimau Sumatera, Warga Diminta Agar Tidak Beraktivitas di Kawasan
Kemudian dikutip dari Instagram BBTNKS, pada Januari 2026, di wilayah Sumatera Barat pihak BBTNKS melalui kamera trap yang dipasang, berhasil merekam 7 individu baru Harimau Sumatera.
“Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa TNKS masih berfungsi sebagai wilayah lindung yang penting dan habitat utama satwa kunci Sumatera,” tulis BBTNKS, dikutip Kamis 5 Maret 2026
Dijelaskan bahwa Harimau Sumatera bukan sekadar satwa liar, tetapi penjaga keseimbangan ekosistem hutan. Kehadirannya menandakan bahwa hutan masih sehat dan terjaga.
Selain itu, juga ditegaskan bahwa temukan ini, menguatkan peran TNKS sebagai benteng terakhir konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus pengingat bahwa perlindungan hutan adalah tanggung jawab bersama.
BACA JUGA:Dipastikan Warga Batu Gane Musi Rawas Diterkam Harimau, Tim Temukan Jejak di Lokasi
Seperti diketahui sebelumnya, seorang warga Desa Batu Gane Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, tewas diterkam harimau.
Korban adalah Korban Sahanan (45) petani warga Dusun IV Desa Batu Gane Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas.
Jasad korban ditemukan warga yang melakukan pencarian Sabtu, 28 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah Sungai Bal Dusun Sri Penganten Desa Pasenan Kecamatan STL Ulu Terawas, yang masuk ke wilayah TNKS.
Saat ditemukan jasad korban tidak lagi utuh, dimana bagian kepala dan badan telah terpisah. Selain itu beberapa bagian indra seperti mata, hidung, telinga milik korban hilang.
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di LINK INI