LINGGAUPOS.CO.ID – Virus HIV tidak hanya bisa menular (terinfeksi) pada orang dewasa tapi juga anak mulai dari lahir hingga beranjak dewasa.
Hingga Juni 2025 tercatat ada 353.694 orang terkena HIV (ODHIV).
Nah dari jumlah tersebut 10.533 atau sekitar 3 persen merupakan anak dengan HIV (ADHIV).
Orang yang menderita HIV seringkali pesimis virus yang dideritanya tidak bisa disembuhkan.
BACA JUGA:HIV Juga Bisa Terinfeksi pada Anak, Begini 4 Langkah Pencegahannya
Padahal orang atau anak dengan HIV tetap bisa tumbuh sehat dengan pengobatan yang tepat.
Salah satunya dengan terapi antiretroviral (ARV) tersedia gratis di Fasilitas Kesehatan Pemerintah.
Dikutip dari laman Kemenkes, Sabtu, 31 Januari 2026, ARV harus diminum setiap hari seumur hidup untuk menekan jumlah virus yang ada pada penderita.
Jika aturan pengobatan virus HIV dilakukan dengan baik, jumlah virus dapat ditekan hingga tidak terdeteksi (Undetectable) dan tidak menularkan (Untransmittable) atau dikenal dengan konsep U=U.
BACA JUGA:Sekolah Garuda untuk Lulusan SMP/MTs, Ini Tahapan Seleksinya
Melalui kepatuhan pengobatan, anak dengan HIV dapat bersekolah, bermain, dan meraih cita-cita seperti anak lainnya.
Dukungan Keluarga Sangat Penting
Tindakan lain yang bisa dilakukan untuk pengobatan HIV pada anak yakni dukungan keluarga.
Di lapangan, tantangan terbesar bagi anak dengan HIV seringkali bukan hanya pada penyakitnya, namun juga stigma sosial.
BACA JUGA:Syarat Daftar Sekolah Garuda 2026, Gratis Hingga Lulus dan Tinggal di Asrama
Seperti diskriminasi di sekolah, lingkungan bermain, bahkan fasilitas kesehatan dapat membuat anak merasa terasing.