Di sana, diselenggarakan doa maupun upacara persembahan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagian gunungan akan dibagi-bagikan kepada masyarakat umum dengan jalan diperebutkan.
3. Muludhen
Tradisi Maulid Nabi yang selanjutnya adalah Muludhen yang kerap digelar oleh warga Pulau Madura, Jawa Timur.
BACA JUGA:Kronologis Penganiayaan Guru SMK Negeri 2 Lubuklinggau, Ada 2 Versi, ini Selengkapnya
Acara ini biasanya diisi dengan pembacaan riwayat hidup Nabi (barzanji) dan ceramah keagamaan yang juga menceritakan kebaikan Sang Nabi semasa hidupnya.
Tepat pada 12 Rabiul Awal, masyarakat akan banyak berkunjung ke masjid untuk merayakan Maulid Agung.
Saat merayakannya, para perempuan biasanya akan membawa talam yang di atasnya berisi tumpeng yang dikelilingi oleh beragam buah yang ditusuk dengan lidi dan dilekatkan.
4. Panjang Jimat
BACA JUGA:Menggugah Selera, ini Resep Sop Daging Sengkel Sapi Kuah Susu Khas Jakarta, Yuk Dicoba
Panjang Jimat merupakan tradisi perayaan Maulid Nabi yang dilakukan oleh Keraton Cirebon. Upacara ini akan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah.
Selain itu, peringatan ini juga turut digelar di makam Sunan Gunung Jati.
Makam itu pun akan didapati oleh orang-orang yang dengan sengaja ingin menghabiskan waktu pada malam Maulid Nabi Muhammad SAW.
5. Bungo Lado
BACA JUGA:Cengkeh Dapat Redahkan Sakit Gigi, Benarkah? Ini Penjelasannya
Di Pulau Sumatera, Padang Pariaman, Sumatera Barat, masyarakat di sana juga menggelar perayaan Maulid Nabi yang diberi nama Bungo Lado. Bungo Lado memiliki arti Bunga Cabai.
Bungo Lado merupakan pohon hias berdaunkan uang yang biasa disebut Pohon Uang. Uang kertas dari berbagai nominal ini nantinya akan ditempel pada ranting-ranting pohon yang dipercantik dengan kertas hias.