LINGGAUPOS CO ID Statemen Presiden Joko Widodo soal penceramah radikal harus dianggap sebagai peringatan kuat peningkatan kewaspadaan nasional Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid harus ditanggapi serius oleh seluruh kementerian lembaga pemerintah dan masyarakat pada umumnya tentang bahaya radikalisme Sejak awal BNPT menegaskan persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak dini Karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme Radikalisme menjadi sebuah proses tahapan menuju terorisme yang selalu memanipulasi dan mempolitisasi agama tegas Nurwakhid saat dihubungi Sabtu 5 Maret 2022 BACA JUGA Penjelasan BNPT Soal Polemik 198 Pesantren Dicap Terafiliasi Jaringan Teror Lantas apa ciri penceramah radikal Nurwakhid mengurai beberapa indikator yang bisa dilihat dari isi materi yang disampaikan bukan tampilan penceramah Setidaknya ada lima indikator yang disampaikannya Mengajarkan ajaran yang anti Pancasila dan pro idieologi khilafah transnasional Mengajarkan paham takfiri Yaitu mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama Menanamkan sikap anti pemimpin atau pemerintahan yang sah Sikap membenci dan membangun ketidak percayaan distrust masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah adu domba hate speech dan sebaran hoaks Memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman pluralitas Biasanya memiliki pandangan anti budaya ataupun anti kearifaan lokal keagamaan Kenali jangan terjebak pada tampilan Tetapi isi ceramah dan cara pandang mereka dalam melihat persoalan keagamaan yang selalu dibenturkan dengan wawasan kebangsaan kebudayaan dan keragaman tuturnya Nurwakhid juga menegaskan strategi kelompok radikalisme bertujuan untuk menghancurkan Indonesia melalui berbagai strategi yang menanamkan doktrin dan narasi ke tengah masyarakat Ada tiga strategi yang dilakukan oleh kelompok radikalisme Pertama mengaburkan menghilang bahkan menyesatkan sejarah bangsa Kedua menghancurkan budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia Ketiga mengadu domba di antara anak bangsa dengan pandangan intoleransi dan Isu SARA urai Nurwakhid Strategi mempolitisasi agama yang dibenturkan dengan agama dan nasionalisme dan agama serta kebudayaan luhur bangsa Proses penanamanya dilakukan secara massif di berbagai sektor kehidupan masyarakat termasuk melalui penceramah radikal tersebut Inilah yang harus menjadi kewaspadaan kita bersama dan sejak awal untuk memutus penyebaran infiltrasi radikalisme ini salah satunya adalah jangan asal pilih undang penceramah radikal ke ruang ruang edukasi keagamaan masyarakat pungkasnya
Ini Ciri Penceramah Radikal Menurut BNPT
Sabtu 05-03-2022,15:30 WIB
Editor : Wartawan Linggau Pos Online
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,12:06 WIB
Modus Razia RT, Juru Parkir di Lubuk Linggau Rudapaksa Anak 16 Tahun, 1 Pelaku Ditangkap 1 Buron
Rabu 23-09-2026,16:42 WIB
Catat! 7 Alasan Kenapa Lari Pagi Bisa Mengubah Hidupmu Secara Total
Rabu 23-09-2026,14:11 WIB
Spesifikasi Honor 600 Elite 5G: Hadir dengan Baterai Raksasa 8.100 mAh
Rabu 23-09-2026,12:25 WIB
E-Zuraidah Sasar Remaja SMKN 2 Lubuk Linggau, Edukasi Kanker Payudara Lewat Media Sosial
Rabu 23-09-2026,15:42 WIB
Konflik Lahan Parkir Pecel Lele, Pria Paruh Baya di Lahat Habisi Rekan
Terkini
Rabu 23-09-2026,17:21 WIB
Kantor Pertanahan Musi Rawas Awali Program MagangHub Kemnaker, Peserta Dibekali Pengalaman Dunia Kerja
Rabu 23-09-2026,16:42 WIB
Catat! 7 Alasan Kenapa Lari Pagi Bisa Mengubah Hidupmu Secara Total
Rabu 23-09-2026,15:42 WIB
Cara Cek Sisa Umur HP Tecno, Sampai Kapan Dapat Update Software?
Rabu 23-09-2026,15:42 WIB
Konflik Lahan Parkir Pecel Lele, Pria Paruh Baya di Lahat Habisi Rekan
Rabu 23-09-2026,14:11 WIB